Yang menarik, dia menegaskan bahwa stok obat di Yogyakarta sendiri takkan terganggu. “Yang kami berikan adalah buffer stock yang memang aman untuk diberikan,” jelasnya. Jadi, bantuan ini benar-benar diambil dari cadangan yang memang disiapkan untuk situasi darurat semacam ini.
Lalu, bagaimana cara bantuan itu disalurkan? Rencananya, kiriman akan diteruskan ke Dinas Kesehatan provinsi masing-masing di Sumatra. Logikanya, dinas setempat lah yang paling paham kondisi lapangan dan daerah mana yang paling membutuhkan.
“Bantuan itu nanti masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi. Nah, Dinas Kesehatan Provinsi yang paling tahu daerah yang terdampak,” kata Anung menerangkan mekanismenya.
Tak cuma barang, dukungan tenaga juga disiapkan. Dinkes DIY mengaku punya medical emergency team dan tim cadangan kesehatan yang siap diberangkatkan jika diperlukan. Namun begitu, semuanya masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Upaya ini sekaligus menunjukkan, meski secara geografis berjauhan, rasa kepedulian antar daerah di Indonesia tetap hidup. Bantuan dari Yogyakarta itu diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara di Sumatra yang sedang berjuang.
Artikel Terkait
Havas Buka Suara: Palestina Punya Peran Kunci di Board of Peace
Keluarga Diserang Usai Nyaris Tabrak Pemotor di Luwu, Istri dan Tiga Balita Terluka Bakar
Dari Maya ke Nyata: Kumparan Hangout Rayakan 9 Tahun dengan Kolaborasi Komunitas
WPA Hash: Solusi Cloud Mining untuk Investor XRP yang Lelah dengan Volatilitas