Yang menarik, dia menegaskan bahwa stok obat di Yogyakarta sendiri takkan terganggu. “Yang kami berikan adalah buffer stock yang memang aman untuk diberikan,” jelasnya. Jadi, bantuan ini benar-benar diambil dari cadangan yang memang disiapkan untuk situasi darurat semacam ini.
Lalu, bagaimana cara bantuan itu disalurkan? Rencananya, kiriman akan diteruskan ke Dinas Kesehatan provinsi masing-masing di Sumatra. Logikanya, dinas setempat lah yang paling paham kondisi lapangan dan daerah mana yang paling membutuhkan.
“Bantuan itu nanti masuk ke Dinas Kesehatan Provinsi. Nah, Dinas Kesehatan Provinsi yang paling tahu daerah yang terdampak,” kata Anung menerangkan mekanismenya.
Tak cuma barang, dukungan tenaga juga disiapkan. Dinkes DIY mengaku punya medical emergency team dan tim cadangan kesehatan yang siap diberangkatkan jika diperlukan. Namun begitu, semuanya masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Upaya ini sekaligus menunjukkan, meski secara geografis berjauhan, rasa kepedulian antar daerah di Indonesia tetap hidup. Bantuan dari Yogyakarta itu diharapkan bisa meringankan beban saudara-saudara di Sumatra yang sedang berjuang.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral