Menurut Agus, Sabtu naas itu, Arifianti terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul tujuh pagi. “Dia pergi, tapi tidak bilang mau ke mana,” kenangnya. Saat itu, Agus sendiri sudah berada di Jakarta untuk mengunjungi ibunya, sementara anak mereka tengah belajar.
Jejak komunikasi pun mulai terputus. Agus memperkirakan, setelah waktu zuhur, antara pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, kontaknya dengan sang istri sudah tak ada lagi. “Kalau di-tracking, di jam-jam itu komunikasi sudah hilang,” jelasnya.
Kisah serupa datang dari L, anak kandung korban. Ia bercerita, ibunya sempat melakukan panggilan terlewat (missed call) mendekati pukul 11.00 siang. “Waktu itu soal WiFi rumah. Setelah itu, katanya masalahnya selesai,” ujar L.
Namun begitu, keheningan justru dimulai setelahnya. L mencoba menghubungi ibunya lagi sekitar pukul dua siang. Teleponnya masih bisa tersambung, sayangnya tak seorang pun mengangkat.
Kabar buruk itu akhirnya sampai juga. Dengan suara lirih, L mengungkapkan, “Saya baru dapat kabar kalau ibu sudah tidak ada itu jam setengah sepuluh malam.” Sebuah akhir yang menyisakan duka dan segudang tanda tanya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral