Meski waspada, Feri dan keluarganya masih memilih bertahan. "Kita sekarang masih tetap di rumah karena masih cukup stabil. Kalau untuk ke depannya, kalau tinggi sekali, ya terpaksa mengungsi," katanya.
Banjir yang datang nyaris rutin ini bukan cuma mengacaukan rutinitas. Dampaknya lebih dalam dari itu. Banyak warga yang mengeluhkan kerugian materiil akibat perabotan mereka rusak diterjang air.
Barang elektronik jadi korban utama. Ponsel, kipas angin, hingga perangkat sound system seringkali mati total karena terendam. Yang paling merepotkan, banjir ini kerap muncul tiba-tiba, tanpa didahului hujan lebat sekalipun. Situasi itu tentu saja menambah beban warga yang harus selalu siaga.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions