Laporan terkini soal penanganan bencana di Sumatera Utara disampaikan langsung oleh BNPB kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu berlangsung di Banda Aceh, Minggu lalu.
Dari 18 kota dan kabupaten yang sempat terdampak parah, situasinya perlahan mulai membaik. Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, wilayah yang masih benar-benar terisolasi kini tinggal dua kabupaten: Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.
“Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal 2 kabupaten dari 18 kota yang terdampak. Ada 7 desa yang terisolir, Humbang Hasundutan 1 kecamatan, dan Tapanuli Utara ada 7 kecamatan,” katanya.
Untuk mengatasi kendala akses itu, bantuan logistik sudah dikirimkan via udara. “Ini semuanya juga sudah didistribusikan logistik lewat udara,” ujar Suharyanto menegaskan.
Jalan Utama Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah Belum Tembus
Masalah besarnya ada di akses darat. Jalur penghubung utama dari Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah, tepatnya lewat Sibolga, masih terputus. Titik macetnya ada di daerah Adian Koting.
Tim gabungan dari Kementerian PUPR dan Satgas TNI sedang berjibaku di lokasi. Target mereka ambisius: membuka jalan itu dalam waktu satu minggu ke depan.
Di sisi lain, kabar baik datang dari wilayah pesisir. Kondisi di Tapanuli Tengah dan Sibolga sudah jauh lebih stabil. Pasokan logistik, air bersih, dan listrik bisa mengalir lagi berkat akses laut yang terbuka. Pemulihan di sana berjalan cukup pesat.
Artikel Terkait
Anggota DRI Kecam Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Perempuan di Bandung Selama Tiga Tahun
PBNU Siapkan Ekosistem Inovasi Digital untuk Santri dan Kader Menuju NIAS 2026
Antrean Solar Bersubsidi di Makassar Kembali Picu Kemacetan, Warga dan Pengusaha Terdampak
Nadiem Makarim Ajukan Pembelaan Terakhir di Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Sebut Tuntutan 18 Tahun Penjara Lebih Berat dari Hukuman Teroris