Di sisi lain, bukan cuma kabel baja yang jadi andalan. Kalau arus sungai tak terlalu deras, beberapa warga memilih cara yang lebih sederhana: menggunakan rakit dari ban bekas. Mereka mendayung perlahan, menyeberangi sungai dengan penuh kehati-hatian.
Namun begitu, harapan mulai tampak. Saat ini, proses pembangunan jembatan bailey pengganti di lokasi Teupin Mane sudah berjalan. Pekerjaan terus dilakukan untuk mengembalikan konektivitas yang sempat hilang itu.
Suara mesin dan aktivitas pekerja kini mulai terdengar, menandai babak baru pemulihan pascabencana. Warga pun menanti, sembari tetap bergantung pada kabel baja dan rakit ban mereka yang sederhana namun penuh makna.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter
Waspada, Jabar Siaga Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan
Hujan Deras Picu Status Siaga di Sejumlah Pintu Air Jabodetabek
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN