Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi. Ia memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu lalu.
Menurut Prasetyo, dana cadangan itulah yang menjadi andalan untuk situasi darurat seperti sekarang.
"Di dalam APBN itu ada yang namanya Dana Siap Pakai, yang memang diperuntukkan untuk kesiapsiagaan, kebencanaan. Bapak Presiden sudah memberikan instruksi langsung, apabila Dana Siap Pakai perlu dilakukan penambahan, maka akan dilakukan penambahan," ujar Prasetyo.
Ia menyebutkan, hingga beberapa hari lalu, besaran dana yang siap dicairkan masih berkisar di angka Rp500 miliar lebih.
"Kalau sampai terakhir, kurang lebih dua hari yang lalu, Dana Siap Pakai masih di kisaran Rp500 miliar sekian," katanya.
Dengan modal itu, pemerintah yakin masih bisa menangani dampak banjir bandang secara mandiri. Padahal, sejumlah negara sahabat sudah mengulurkan tangan, menawarkan bantuan. Tawaran itu sepertinya belum dianggap perlu selama dana dalam negeri masih dianggap mencukupi. Waktu yang akan menjawab, apakah keyakinan ini tepat.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sejalan dengan Semangat Proklamasi
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sebagai Jiwa Republik di Harlah Satu Abad
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002