Prabowo Tinjau Banjir Aceh, Pelukan Hangat untuk Gubernur Mualem

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:12 WIB
Prabowo Tinjau Banjir Aceh, Pelukan Hangat untuk Gubernur Mualem

Minggu pagi (7/12) di Aceh, Presiden Prabowo Subianto kembali turun ke lapangan. Tujuannya: meninjau langsung wilayah yang porak-poranda diterjang banjir.

Helikopter kepresidenan Super Puma yang ditumpanginya mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 10.20 WIB. Begitu turun dari tangga pesawat, Prabowo langsung menyambut para pejabat yang sudah menunggu. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, berada di barisan terdepan.

Saat berjabat tangan dengan sang Gubernur, Prabowo tak sekadar bersalaman. Dia memeluk Mualem erat, sebuah sapaan hangat yang langsung mencairkan suasana. Mereka pun terlihat berbincang cukup serius beberapa saat.

Dalam percakapan itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut dipanggil mendekat. Apa yang mereka bahas? Itu masih jadi pertanyaan. Belum ada keterangan resmi yang keluar mengenai detail pembicaraan singkat di pinggir landasan itu.

Setelah itu, agenda utama segera dimulai. Prabowo dan Mualem lalu naik kembali ke helikopter Super Puma. Dari udara, mereka akan melihat seberapa parah dampak banjir yang melanda.

Rencananya, kunjungan akan difokuskan ke Kabupaten Bireuen. Di sana, Presiden akan mengecek kondisi sebuah jembatan yang rusak berat. Tak cuma itu, Prabowo juga berencana menyambangi dapur umum yang memberi makan warga-warga korban bencana.

Rombongan kerja ini ternyata cukup besar. Beberapa nama penting ikut mendampingi, menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani musibah ini. Di antaranya ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Lalu tampak juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari TNI, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak turut hadir. Mereka semua bergerak bersama, memastikan bantuan dan perhatian sampai ke titik terdampak paling parah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar