Di tengah situasi darurat banjir yang melanda sejumlah wilayah, pernyataan beberapa kepala daerah yang mengaku tak sanggup menangani bencana mendapat respons dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto. Menariknya, Bima justru mewajarkan pengakuan ketidaksanggupan itu. Menurutnya, justru dengan pengakuan jujur itu, kebutuhan riil di lapangan bisa terdata dengan jelas.
"Kalau kemudian kepala daerah itu menyatakan tidak sanggup, itu kan kemudian ada datanya," ujar Bima Arya di Indonesia Arena, Sabtu (6/12).
"Berapa kebutuhan untuk membangun infrastruktur, berapa juga untuk memulihkan rumah warga, akses, dan lain-lain," lanjutnya.
Nah, soal bantuan, ia menjamin pemerintah pusat tak akan tinggal diam. Presiden sudah memerintahkan untuk membantu semua daerah yang terdampak. Anggarannya pun konon sudah dialokasikan. Bima tampak yakin penanganan banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar bisa cepat teratasi lewat kolaborasi.
"Secara anggaran ada bantuan dari pusat, dari kementerian terkait, PU misalnya, [Kementerian] Perumahan," paparnya.
Tak cuma itu, ia menyebut ada sumbangan dari provinsi-provinsi yang kondisi fiskalnya lebih kuat. Dukungan di lapangan juga disebutnya masif. "TNI Polri all out di lapangan. Kami melihat posko-posko bencana itu aktif sekali di sana. Jadi sistem ini sudah bekerja. Sudah bergerak semua."
"Jadi kita insya Allah mampu untuk mengatasi ini dengan bersama-sama," pungkas Bima.
Artikel Terkait
IHSG Terkikis 1,61%, Analis Proyeksikan Koreksi Bisa Lanjut ke Level 6.745
Hetifah Sjaifudian Tegaskan AI Hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Jurnalis
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026