"Pengumpulan limbah yang sudah terpilah itu perlu, dengan membebankan sebagian biayanya kepada pedagang," jelasnya.
Tapi urusannya tidak berhenti di situ. Hal yang paling penting justru langkah selanjutnya: mendaur ulang. Pemerintah bisa menggandeng akademisi dan pengusaha pengelola limbah untuk mengubah cangkang kerang yang tak bernilai menjadi produk yang punya harga jual.
Membentuk koperasi di kalangan pedagang juga bisa jadi solusi. Dengan begitu, mereka bisa terlibat langsung dalam proses daur ulang.
"Kolaborasi dengan akademisi dan pengusaha lain itu kunci," pungkas Chaerul. "Daur ulangnya bisa macam-macam, dari yang sederhana untuk hiasan, sampai diolah lebih lanjut jadi pakan ternak atau bahkan produk pembersih."
Jadi, persoalan gunungan cangkang kerang ini sebenarnya punya jalan keluar. Asal ada kemauan dari semua pihak untuk bergerak bersama.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral