Dari ketinggian, pemandangannya sungguh memilukan. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, baru-baru ini menyisir lokasi bencana banjir bandang di Beutong Ateuh, Nagan Raya, menggunakan helikopter. Dari udara, kerusakan parah terlihat jelas perkampungan yang hancur, jembatan putus total, dan rumah-rumah warga yang seolah lenyap diterjang air.
Dia tak sendirian. Dalam peninjauan itu, Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan turut mendampingi. Begitu tiba di lokasi, Gubernur langsung berbincang dengan warga yang terdampak. Janji pun disampaikan: perbaikan akses, terutama jembatan yang rusak, akan dipercepat.
“Kita lihat yang paling parah segera kita perbaiki,” ujar Muzakir Manaf.
“Dan akan kita lapor juga ke pusat apa yang bisa kita bantu dari provinsi,” tambahnya.
Bantuan logistik seperti genset dan sembako juga dibawa, dikirim lewat jalur darat. Tapi, sepertinya, itu belum cukup. Menurut Bupati Teuku Raja Keumangan, kerusakan di Beutong mencapai angka yang mencengangkan: 85 persen. Infrastruktur porak-poranda, dari rumah penduduk, masjid, sekolah, hingga fasilitas umum. Jembatan penghubung Nagan Raya dan Aceh Tengah pun tak luput.
Hingga saat ini, dua dari empat desa di kecamatan itu masih terisolasi. Nasib warga yang kehilangan tempat tinggal pun serba darurat. Sebagian terpaksa mendirikan tenda di hutan, hidup dalam ketidakpastian.
Seorang warga bernama Nur mengungkapkan keprihatinannya.
“Kami yang sangat perlu sekarang makanan pokok dan baju. Seperti beras, mi instan, garam, gula, kawan nasi, itu yang sangat dibutuhkan saat ini. Kami baju gak ada lagi,” katanya.
Data dari BPBD Nagan Raya memperjelas skala bencana ini. Ada 250 rumah warga yang rusak. Lebih dari itu, dampaknya meluas ke 8.258 kepala keluarga atau sekitar 25.608 jiwa yang harus menanggung akibatnya. Situasinya memang berat, dan pemulihan tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stabil, Investor Wait and See
Pemprov Sulsel Usul Kenaikan Tarif BBNKB dari 7 Persen Menjadi 10 Persen
Bupati Bone Terobos Banjir di Watampone, Borong Kue Pedagang untuk Korban