Padahal, justru tulisan mantan anak buah Zulhas ini malah mengakui secara terbuka satu hal. Zulhas pernah mengeluarkan SK untuk melegalkan okupansi hutan. Dasar, ambyar!
Memang sih, di mana-mana kalian nggak pernah ngasih surat yang bunyinya langsung: "ini lahan untuk sawit atau tambang". Yang ada, kalian ubah tata ruangnya. Itu triknya.
Bahkan saat kalian kasih konsesi ribuan hektare ke perusahaan-perusahaan besar, suratnya bukan berisi bagi-bagi hutan ke oligarki. Isinya selalu diawali dengan "menimbang", "mengingat", dan seterusnya. Pokoknya, tata ruang wilayah diubah. Satu juta hektare untuk si A, satu juta hektare lagi untuk si B.
Kalau betulan mau melindungi hutan, caranya sederhana: tidak ada satu jengkal pun kawasan hutan yang dikasihkan ke siapapun. Titik. Nggak ada pemutihan. Malah, kalau perlu, tata ruang yang bukan hutan justru dipaksa jadi hutan lewat reboisasi atau cara lain.
Buat kalian yang kemakan tulisan Hadi dan postingan media sosial yang mendukungnya, ya sudahlah. Kalian memang gampang dibodohi. Coba kritis dikit, lah.
Ngomong-ngomong, Hadi, kamu disuruh Zulhas nulis ini, ya?
(Tere Liye)
"fb
Artikel Terkait
Pendidikan Terjebak Pasar: Saat Sekolah Hanya Cetak Pekerja, Bukan Manusia
Adies Kadir Ditetapkan sebagai Hakim MK, Gantikan Calon yang Sudah Disetujui DPR
DPR Sahkan Hery Susanto Pimpin Ombudsman Periode 2026-2031
37,3 Juta Pekerja Indonesia Terjebak dalam Lembur Panjang demi Sekadar Bertahan