Jakarta Terancam Tenggelam: Warga Masih Bergantung pada Air Tanah di Kampung Bandan

- Jumat, 05 Desember 2025 | 12:48 WIB
Jakarta Terancam Tenggelam: Warga Masih Bergantung pada Air Tanah di Kampung Bandan

Di kawasan Kampung Bandan, Ancol, suasana Jumat pagi itu tampak biasa saja. Beberapa warga terlihat mengantre, mengisi ember dan jerigen mereka dari sebuah sumur. Adehan ini mungkin terlihat sepele, tapi sebenarnya ia adalah potret nyata kehidupan sebagian warga Jakarta. Ya, di tengah gemerlap ibu kota, masih ada yang bergantung pada air tanah untuk minum, masak, dan mandi.

Padahal, ketergantungan inilah yang justru menggerogoti kota mereka sendiri. Jakarta tengah menghadapi masalah serius: penurunan tanah. Dan bukan cuma sedikit, lho. Beberapa data menyebutkan, DKI Jakarta termasuk wilayah dengan penurunan tanah paling drastis di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan.

Lalu, seberapa parah ancamannya? Menurut data dari PAM Jaya, prediksinya cukup mengerikan. Kalau tidak ada upaya serius untuk mengatasi ini, hampir 90 persen wilayah Jakarta berpotensi tenggelam pada tahun 2050. Bayangkan saja.

Nah, penyebab utamanya tak lain adalah penyedotan air tanah secara besar-besaran. Aktivitas ini ibaratnya mengosongkan perut bumi, sehingga tanah di atasnya ambles perlahan. Dampaknya berantai: permukaan tanah turun, permukaan air tanah juga makin dalam, dan yang paling berbahaya, air laut asin pun mulai merangsek masuk ke daratan.

Kondisi ini jelas mengancam. Bukan cuma rumah warga, tapi juga fondasi gedung-gedung tinggi, jalan raya, dan infrastruktur vital lainnya di kota ini. Kawasan pesisir Jakarta jadi semakin rentan.

Menyikapi hal ini, Pemprov DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah. Di tahun 2023 lalu, mereka menerbitkan aturan ketat soal pemanfaatan air tanah. Regulasi ini bahkan melarang penggunaannya di sejumlah lokasi tertentu. Tujuannya jelas: mengerem laju eksploitasi yang tak terkendali.

Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan bisa mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk beralih. Beralih ke sumber air bersih yang lebih terkontrol dan berkelanjutan, seperti air perpipaan.

Memang, upaya ini bukan solusi instan. Tapi setidaknya, ia adalah bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah daerah berusaha menghadapi ancaman penurunan tanah sambil berbenah, demi memastikan keberlanjutan sumber daya air untuk Jakarta ke depannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar