Asisten AI UGM Bikin Geger, Sebut Jokowi Bukan Alumni Kampusnya

- Kamis, 04 Desember 2025 | 20:30 WIB
Asisten AI UGM Bikin Geger, Sebut Jokowi Bukan Alumni Kampusnya

Heboh di media sosial, asisten cerdas buatan atau AI milik UGM, LISA, membuat pernyataan mengejutkan soal Presiden Joko Widodo. AI bernama Lean Intelligent Service Assistant itu menyebut Jokowi bukan alumni Universitas Gadjah Mada.

Video yang viral itu merekam seseorang bertanya pada LISA, "jokowi alumni ugm".

Lalu, LISA merespons dengan jawaban yang cukup membingungkan.

“Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana. Sebagai seorang tokoh nasional, beliau memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Presiden Indonesia.”

Tanggapan Resmi dari Kampus

Merespons viralnya kasus ini, Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, angkat bicara. Dia membenarkan LISA adalah karya UGM yang dikembangkan bersama Botika.

“LISA merupakan bagian dari sebuah program komprehensif bertajuk UGM University Services yang dikembangkan oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum,” jelas Made Andi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12).

Menurutnya, LISA punya tujuan yang spesifik. Ia bukan produk AI komersial macam ChatGPT atau Gemini. Basis pengetahuannya terbatas pada data internal UGM seputar akademik, administrasi, dan hal-hal kemahasiswaan. Data pribadi, kata dia, tidak termasuk di dalamnya.

“Saat ini, UGM telah melakukan peluncuran awal (soft launching) LISA untuk mulai dimanfaatkan oleh publik sambil terus dikembangkan dan disempurnakan pengetahuannya melalui berbagai proses training. LISA hadir dalam bentuk anjungan digital interaktif yang berlokasi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) yang bisa diakses oleh publik untuk memperoleh informasi terkait UGM,” paparnya lebih lanjut.

Layaknya sistem AI pada umumnya, LISA memang masih dalam tahap belajar. Ia mengandalkan data internal kampus dan juga menyerap informasi dari luar, alias internet.

“Cara kedua dijalankan berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh pengguna dan hasil belajar ini tentu dipengaruhi oleh akurasi dan kebenaran informasi yang didapatkannya dari internet,” ujar Made Andi.

Dia pun mengakui bahwa jawaban LISA soal status kelulusan Jokowi itu tidak akurat. Bahkan, menurutnya, jawaban itu penuh dengan kontradiksi.

“Kepada pertanyaan/pernyataan ‘jokowi alumni ugm’ yang diajukan seorang pengguna, LISA menjawab bahwa Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Menariknya, secara kontradiktif, LISA juga menyatakan bahwa Joko Widodo menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Kehutanan UGM. Selanjutnya LISA menambahkan bahwa Joko Widodo tidak lulus,” bebernya.

Informasi yang diberikan LISA, lanjut dia, terlihat sangat tidak konsisten. Bagaimana mungkin seseorang disebut menyelesaikan pendidikan di suatu fakultas, tapi di saat bersamaan dinyatakan tidak lulus dan bukan alumni?

“Di sini terlihat bahwa informasi kedua ini membantah informasi pertama,” katanya menegaskan.

Nah, inkonsistensi inilah yang justru dijadikan penegasan oleh UGM. Menurut Made Andi, hal itu membuktikan bahwa LISA memang tidak dirancang untuk menangani pertanyaan seputar status kelulusan seseorang. Di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa AI buatan mereka masih terus belajar dan perlu penyempurnaan.

Pihak kampus pun kembali menegaskan posisi yang sebenarnya.

“UGM menegaskan bahwa informasi tentang status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat. UGM juga telah menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM seperti yang dinyatakan oleh Rektor UGM,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar