Di Istana Negara, Kamis lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara soal bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Menurutnya, untuk kasus di Sumatera Barat, aktivitas tambang bukanlah penyebabnya. "Kalau di Sumatera Barat, itu tidak ada," tegas Bahlil.
Namun begitu, situasinya berbeda untuk Aceh dan Sumatera Utara. Bahlil mengaku masih menunggu hasil pengecekan timnya. Apakah pertambangan punya andil di sana? Itu yang masih diselidiki.
"Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan. Kalau di Sumut, tim evaluasi kita lagi melakukan evaluasi," ujarnya.
Ia berjanji, begitu evaluasi rampung, barulah bisa dipastikan ada tidaknya kontribusi sektor tambang terhadap bencana alam tersebut.
Tapi satu hal yang ditegaskannya: pemerintah tak akan segan bertindak. Jika nanti terbukti ada perusahaan tambang pemegang IUP yang melanggar aturan, sanksi tegas sudah menunggu.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram