Di Kelas Vokasi Lampung, Perwakilan Jepang Tinjau Calon Pekerja Migran
Bandar Lampung – Udara di ruang kelas itu terasa berbeda Kamis lalu. Yugo Okamoto, perwakilan dari Japan Association for Construction Human Resources (JAC), hadir langsung di SMAN 2 dan SMKN 4 Bandar Lampung. Ia datang untuk melihat dari dekat bagaimana program Kelas Migran Vokasi Jepang berjalan di lapangan.
Di SMAN 2, Okamoto tak sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, plus seorang juru bahasa. Yang menarik, ia menyapa dan berdialog langsung dengan para siswa menggunakan bahasa Jepang. Percakapan itu khususnya menyasar anak-anak yang matanya sudah berbinar punya cita-cita kerja atau kuliah di Negeri Sakura.
Rupanya, kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ada tujuan yang lebih konkret: melihat realisasi program sekaligus membuka peluang kerja sama ketenagakerjaan antara Lampung dan Jepang ke depannya.
“Yang pertama tentu kemampuan bahasa Jepang,” tegas Okamoto saat menyampaikan syarat utama bagi calon pekerja.
“Kedua adalah keahlian, yang disesuaikan dengan proses dan jenis pekerjaan yang akan digeluti,” tambahnya.
Menurutnya, JAC sendiri sedang mengupayakan agar perusahaan-perusahaan di Jepang bisa memberikan dukungan pendidikan langsung untuk calon tenaga kerja asal Indonesia. Harapannya jelas: makin banyak warga Indonesia yang tertarik bekerja di sektor konstruksi di sana. “Sehingga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat Jepang,” ujar Yugo.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Jepang saat ini memang sedang butuh banyak sekali tenaga kerja. Di sektor konstruksi saja, angkanya mencapai sekitar 80 ribu orang. Pekerja yang ada sekarang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kami berharap Indonesia bisa menjadi salah satu penyumbang terbesar tenaga kerja. Jepang saat ini mengalami keterbatasan penduduk usia produktif,” jelasnya.
Namun begitu, ada harapan lain yang ia sampaikan. Ia berharap para pekerja Indonesia itu nantinya bisa pulang ke Tanah Air. Ilmu dan pengalaman yang didapat di Jepang, diharapkan bisa dimanfaatkan di sini.
Di sisi lain, bagi Pemprov Lampung, kunjungan JAC ini adalah tindak lanjut nyata dari audiensi yang sebelumnya dipimpin Gubernur.
“JAC datang untuk melihat langsung proses pembelajaran Kelas Migran Vokasi, yang menjadi program unggulan Pemprov Lampung,” kata Thomas Amirico.
“Anak-anak yang ingin menjadi pekerja migran, khususnya ke Jepang, kami ajari bahasa Jepang selama satu tahun,” jelasnya.
Program yang digadang-gadang ini skalanya cukup besar. Saat ini, sudah ada 27 guru yang mengajar dari total 88 tenaga pengajar yang disiapkan. Pesertanya? Hampir mencapai 3.000 orang. Dan itu masih data sementara.
“Karena proses penganggaran sudah turun, insya Allah mulai minggu depan seluruh program sudah berjalan di semua kabupaten/kota,” ujar Thomas. Target awalnya 8.400 peserta, dan angka itu diprediksi akan terus bertambah.
Antusiasme bahkan meluap hingga ke SMK swasta. Meski awalnya program ini cuma untuk sekolah negeri, beberapa SMK swasta ternyata juga ingin ikut serta.
Harapan Thomas lewat program ini sederhana tapi berdampak besar: memfasilitasi anak-anak Lampung untuk bekerja di Jepang. Dengan begitu, kualitas hidup mereka bisa naik, angka pengangguran ditekan, dan ekonomi daerah terdongkrak.
“Sebagian besar peserta berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Dengan adanya fasilitasi dari pemerintah daerah dan pusat, mereka bisa meningkatkan kualitas SDM dan taraf hidup keluarganya,” paparnya.
Jalan mereka belum berakhir di kelas bahasa. Setelah lulus nanti, para peserta akan menjalani pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Prosesnya lengkap, mulai dari pengurusan paspor hingga kerja sama dengan lembaga penempatan sebelum benar-benar berangkat.
“Pemantapan juga mencakup mentalitas dan budaya. Semua ini dilakukan agar anak-anak siap bekerja di luar negeri,” pungkas Thomas.
Rencananya sudah disusun. Langkahnya mulai terlihat. Tinggal menunggu eksekusi di lapangan.
Artikel Terkait
Bayern Munich Balas Gol Cepat Stuttgart dengan Amukan Tiga Gol
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan
Rabiot Pecah Kebuntuan, AC Milan Bungkam Verona 1-0
Mentan Ajak Wisudawan ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Hadapi Krisis Global