Lalu bagaimana dengan Halim? Nasibnya berbeda. Vannareth menyatakan pria itu masih ditahan di Provinsi Preah Sihanouk untuk penyelidikan lebih mendalam. Dia jadi bahan interogasi aparat Kamboja.
Pernyataan Sang Kepala BNN
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memberikan penjelasan pada Rabu (3/12). Menurutnya, identitas pria Pakistan itu masih diselidiki oleh pihak Kamboja. Info sementara, dia adalah Abdul Halim.
"Diduga sebagai pacar Paryatin alias Dewi Astutik," ujar Suyudi.
Keterkaitan Halim dengan jaringan narkoba Astutik sendiri masih gelap. Yang jelas, hubungan mereka erat. Pakistan bukan wilayah asing bagi Astutik. Dia disebut juga beroperasi di kawasan Golden Crescent meliputi Afghanistan, Pakistan, dan Iran selain tentu saja segitiga emas Asia Tenggara.
Ketika dikonfirmasi lagi pada Kamis (4/12), Suyudi menegaskan soal penanganan Halim. "Ditangani di sana [Kamboja]," katanya singkat.
Paryatin, wanita berusia awal 40-an ini, ternyata punya trik licik. Dia menggunakan nama adik kandungnya sendiri untuk mengelabui aparat. Sebelum jadi gembong narkoba di Kamboja, hidupnya berawal dari menjadi tenaga migran. Taiwan dan Hong Kong pernah menjadi tempatnya bekerja.
Artikel Terkait
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros
Dari Tunanetra Jadi Terapis Andalan, Andry Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Berkarya
Puisi: Arsip Sunyi yang Menyimpan Kekecewaan Publik