Kalimat itu langsung disambut riuh takbir dari massa yang hadir, menggema di lapangan.
Di sisi lain, pidato yang berlangsung hampir satu jam itu juga berisi ajakan. HRS mengajak seluruh ormas Islam untuk bersatu. Ia menyerukan agar koruptor, mafia, dan oligarki dijadikan sebagai musuh bersama common enemy. Retorikanya semakin keras, memantik emosi.
“Siap seret mereka di jalanan. Siap ganyang mereka, siap lawan mereka,” serunya.
Kembali, teriakan massa membahana menyambut seruan itu.
Reuni tahun ini sendiri mengusung tema besar tentang revolusi akhlak dan penyelamatan NKRI, plus kemerdekaan Palestina. Acara itu dihadiri banyak tokoh ormas dan agama. Meski panitia berulang kali menyatakan ini bukan gerakan politik praktis, nuansa yang terasa justru sebaliknya. Retorika yang dilontarkan HRS sarat dengan tekanan politik, terlebih untuk pemerintahan Prabowo yang baru berjalan dua bulan. Sebuah peringatan keras yang disampaikan di depan publik, dengan nada yang tak bisa dianggap remeh.
Artikel Terkait
Ibadah Minggu Berakhir Tragis: 163 Jemaat Diculik Bandit di Kaduna
Detak Hati di Lereng Bulusaraung: Saat Tim SAR Menemukan Korban Kedua di Dahan Pohon
Kiai-Kiai Cirebon Desak PBNU: Pecat Kader Tersangka Korupsi Sekarang Juga
Wali Kota Madiun Tiba di KPK Usai OTT, Diduga Terkait Fee Proyek dan CSR