AI UGM Keliru Sebut Jokowi Bukan Alumni, Kampus Buka Suara

- Rabu, 03 Desember 2025 | 19:25 WIB
AI UGM Keliru Sebut Jokowi Bukan Alumni, Kampus Buka Suara

Video itu beredar cepat di media sosial. Seorang pengguna bertanya pada sebuah aplikasi, "apakah Jokowi alumni UGM?" Jawabannya bikin heboh: bukan. Universitas Gadjah Mada (UGM) pun akhirnya angkat bicara.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, membenarkan video tersebut menampilkan aplikasi buatan kampus. Namanya Lean Intelligent Service Assistant, atau LISA. Ini hasil kolaborasi UGM dengan Botika, sebuah perusahaan lokal di bidang AI.

“UGM mengetahui adanya video di media sosial yang menunjukkan sebuah aplikasi kecerdasan buatan atau AI yang mengatakan bahwa Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada,”

kata Andi kepada Tempo, Selasa kemarin.

Bukan ChatGPT, Tapi Layanan Khusus Kampus

Nah, di sinilah poin pentingnya. Andi menjelaskan bahwa LISA itu beda. Dia bukan AI umum yang bisa menjawab segala hal. Aplikasi ini bagian dari program layanan internal UGM, dikembangkan Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan. Fungsinya lebih ke informasi akademik, administrasi, dan hal-hal terkait kehidupan kampus untuk mahasiswa.

“LISA tidak memuat data dan informasi pribadi,” tegas Andi. Intinya, basis datanya terbatas. Dia tidak dirancang untuk mengecek status kelulusan seseorang, apalagi figur publik.

Kontradiksi yang Membingungkan

Kembali ke video viral itu, yang diunggah akun Kritikpedas IG. Jawaban LISA memang aneh. Di satu sisi, dia menyebut Jokowi bukan alumnus. Tapi di kalimat berikutnya, malah bilang Jokowi menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, lalu menambahkan klaim bahwa ia “tidak lulus”.

“Informasi yang disajikan LISA tentang Joko Widodo terlihat tidak konsisten,” aku Andi. Menurutnya, kontradiksi ini justru membuktikan bahwa LISA memang tidak punya kapasitas untuk pertanyaan semacam itu. Logikanya kacau.

Masih Belajar, dan Sumbernya dari Internet

Soal kenapa bisa keliru, Andi punya penjelasan. LISA masih dalam tahap pengembangan awal. Dia tersedia di anjungan digital di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, bisa diakses publik untuk tanya-tanya seputar kampus.

Cara kerjanya dua tahap. Pertama, dia akan mencari di database internal UGM. Kalau tidak ketemu? Dia akan merujuk ke data eksternal dari internet. “Hasil ‘belajar’ ini tentu dipengaruhi oleh akurasi informasi yang didapatkannya dari internet,” ujar Andi. Di situlah masalah bisa muncul, karena informasi di dunia maya belum tentu benar.

Klaim "Tidak Lulus" Itu Salah

Dengan segala penjelasan teknis itu, UGM mengambil sikap tegas. Andi menegaskan bahwa informasi dari LISA soal status Jokowi itu tidak akurat. Titik.

“UGM telah menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM, seperti yang dinyatakan oleh Rektor UGM dalam video resmi,”

katanya. Pihak kampus merujuk pada pernyataan resmi yang sudah mereka siapkan sebelumnya untuk menjawab isu ini.

Singkatnya, ini adalah kasus salah paham fungsi teknologi. LISA, si asisten digital yang masih belajar, diberi pertanyaan di luar kapasitasnya. Dan jawabannya pun meleset jauh dari fakta.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar