Di tengah situasi darurat banjir dan longsor di Aceh, muncul kabar mengejutkan. Tiga bupati setempat dikabarkan menyatakan ketidaksanggupan mereka menangani bencana. Mereka adalah Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.
Merespons hal itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pernyataan dari ketiga kepala daerah itu jangan disalahartikan.
"Mengenai tiga kepala daerah yang menyatakan menyerah, bukan menyerah total, bukan," kata Tito.
Penjelasannya disampaikan di Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12) lalu.
Menurut Tito, para bupati itu tetap bekerja keras dengan segala sumber daya yang mereka miliki. Cuma, skalanya memang terbatas. Kondisi di lapangan benar-benar parah. Jalan-jalan utama terputus oleh longsor, akses dari utara dan selatan pun terhambat karena jembatan putus.
"Mereka tetap bekerja, cuma dengan kemampuan yang ada," tuturnya, menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi.
Di sisi lain, Tito tak tinggal diam. Ia sudah menggerakkan jaringan kepala daerah se-Indonesia untuk ikut membantu. Lewat sebuah pertemuan daring, ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu.
"Saya sudah zoom meeting-kan kepada seluruh kepala daerah, seluruh Indonesia. Ini waktunya sekaligus, momentum ini waktunya bagi rekan kepala daerah untuk saling membantu satu sama lain karena ini bisa terjadi di mana saja," ujar Tito.
Pesan terakhirnya tegas dan mengajak solidaritas.
"Bagi daerah-daerah yang kuat-kuat masih, saya tahu yang masih punya simpanan silakan, waktunya untuk membantu baik langsung maupun tidak langsung," pungkas mantan Kapolri itu.
Artikel Terkait
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo
Barcelona Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Taklukkan Getafe 2-0
Wamen Pertanian Dorong Investasi Peternakan Sapi Perah dan Pedaging di Wonosobo untuk Tekan Impor Susu
Pemprov Riau Bentuk Satgas Anti-Narkoba, Tangani Peredaran yang Sudah Masuk Darurat