"Sekaligus agar logistiknya bisa tersalurkan dengan baik, diterima oleh mereka yang membutuhkan."
Memang, tantangannya nyata. Beberapa daerah seperti Aceh Tamiang masih sulit dijangkau. Tapi ada titik terang. Menurut sang Menteri, perkembangan positif mulai terlihat belakangan ini.
"Dua hari lalu masih ada 10 kecamatan yang masih terisolir," katanya.
"Tapi mulai hari ini ada perkembangan-perkembangan, aksesnya mulai bisa dibuka, dan bantuan logistik bisa disalurkan."
Gus Ipul mengakhiri pernyataannya dengan harapan. Ia berharap seluruh proses penanganan bencana berjalan tanpa kendala berarti.
"Kita perlu terus mendoakan supaya yang sedang bertugas ini diberi kemudahan dan kelancaran," tutupnya.
Pesan utamanya sederhana tapi krusial: dalam setiap kebijakan dan aksi tanggap darurat, hak dan kebutuhan penyandang disabilitas harus menjadi prioritas. Bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
Damaskus Umumkan Gencatan Senjata Penuh dengan Pasukan Kurdi
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros