Rabu lalu, di Gedung BPJPH Jakarta, suasana terasa berbeda. Bukan sekadar acara seremonial biasa, melainkan sebuah langkah tegas. BPJPH bersama KPK secara resmi meluncurkan Dashboard Sistem Aplikasi Jaga Sertifikasi Halal. Acara yang dikemas dengan sosialisasi anti-korupsi ini jelas punya pesan kuat: sinergi untuk pencegahan korupsi dalam layanan sertifikasi halal bukan lagi wacana, tapi aksi nyata.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, langsung menekankan poin penting. Baginya, anti-korupsi bukan cuma urusan administrasi belaka. Ini melekat pada mandat dan karakter lembaganya. “BPJPH berbeda,” ujarnya.
“Kita berhubungan dengan apa yang dikonsumsi masyarakat dari semua lapisan, dari anak SD hingga orang tua. Ketika kepercayaan publik rusak, dampaknya sistemik.”
Pernyataan itu dia sampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis (5/3/2026), menegaskan kembali pidatonya sehari sebelumnya. Haikal mengingatkan, lembaganya mengemban amanah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan paling dasar rakyat: makanan, minuman, dan barang pakai sehari-hari. Karena itu, integritas di sini punya bobot ganda. Ia bukan cuma soal tata kelola yang baik, tapi juga nilai moral dan tanggung jawab etika yang tak bisa ditawar.
Menurutnya, mandat sertifikasi halal jelas punya landasan hukum yang kuat, yakni UU No. 33 Tahun 2014. Namun, legitimasi hukum itu bisa buyar kalau integritas penyelenggara ternoda. Bukan cuma nama baik institusi yang terancam, tapi juga marwah sertifikasi halal itu sendiri. “Dari perspektif nilai dan norma, praktik korupsi bertentangan secara diametral dengan prinsip kehalalan yang menuntut kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas,” tegas Haikal.
Dia melanjutkan dengan nada serius. Kejahatan kerap berawal dari pamrih dan pembenaran-pembenaran kecil. Pola pikir seperti itu justru membuka ruang abu-abu yang berbahaya.
“Tidak boleh ada pungutan liar, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita putuskan zero tolerance terhadap praktik korupsi dalam bentuk apa pun. Sistem ini harus kita jaga bersama,” sambungnya.
Artikel Terkait
Kapolres Bantah Surat Minta THR Pakai Kop Polisi di Tanjung Priok Palsu
Turki Panggil Dubes Iran, Protes Rudal yang Nyaris Masuk Wilayah Udara
Mirae Asset Turunkan Target Harga Saham Unilever Usai Divestasi
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pejaten, Diduga Ditinggalkan Zidan