“Dan kemarin saya sudah menyetujui penandatanganan penlok untuk normalisasi penyelesaian Ciliwung maupun Kali Krukut,” ujarnya menambahkan.
Kekhawatiran Pramono punya alasan. Belakangan ini, banjir ekstrem seolah jadi berita rutin, melanda berbagai wilayah di Indonesia bahkan sampai ke Eropa. Ia berharap, dengan persiapan yang dimulai dari sekarang, Jakarta bisa lebih siaga.
“Dengan demikian mudah-mudahan persiapan yang sudah dilakukan sejak dini ini akan bisa membuat Jakarta antisipasi belajar dari kejadian di mana saja,” tutupnya.
Nah, langkah-langkah itu kini mulai dijalankan. Tinggal menunggu waktu, apakah persiapan ini cukup untuk menghadapi amukan musim hujan tahun depan.
Artikel Terkait
Damaskus Umumkan Gencatan Senjata Penuh dengan Pasukan Kurdi
Tiga Penerbangan Modifikasi Cuaca Diterbangkan untuk Tahan Banjir Jakarta
Gerakan Rakyat Resmi Berkibar Jadi Partai, Sahrin Hamid Pimpin Transformasi
Harapan dan Doa di Pondok Bambu untuk Yoga, Korban Hilang Pesawat Maros