Di tengah rapat kabinet di Washington DC, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menyebut-nyebut pembicaraan yang sedang berlangsung di Rusia. Topik itu muncul begitu saja, menyela agenda rutin pemerintahan.
Menurut sejumlah saksi, utusan Amerika saat ini memang sedang duduk bersama pihak Rusia. Intinya? Mencari celah untuk perdamaian dengan Ukraina. Upaya itu berjalan di tengah situasi yang sudah karut-marut.
“Orang-orang kami sedang berada di Rusia sekarang untuk melihat apakah kami bisa menyelesaikannya,” ujar Trump, dengan nada khasnya.
Ia lalu menambahkan, “Situasi yang tidak mudah. Benar-benar berantakan.”
Namun begitu, pembicaraan yang pelik itu justru mengingatkannya pada satu hal lain: Hadiah Nobel Perdamaian. Trump kembali mengklaim bahwa dirinya pantas menerima penghargaan tersebut. Apalagi, kalau misalnya kesepakatan gencatan senjata benar-benar terwujud. Klaim itu ia lontarkan tanpa tedeng aling-aling, seperti biasa.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Amalan Nuzulul Quran untuk Warga Makassar, 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Salat Bandung Hari Ini, 5 Maret 2026
Imsak Yogyarta Pukul 04.18 WIB, Ini Anjuran Rasulullah Soal Keberkahan Sahur
SBY Sampaikan Dukungan Penuh dan Pertimbangan Strategis untuk Prabowo Atasi Konflik AS-Israel-Iran