Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah

- Kamis, 05 Maret 2026 | 04:10 WIB
Trump Keluhkan Hubungan AS-Inggris yang Tak Lagi Seperti Dulu, Pengamat Sebut Akibat Perebutan Kepentingan di Timur Tengah

Donald Trump baru-baru ini mengeluh. Mantan Presiden AS itu merasa hubungan antara negaranya dan Inggris sudah "tak seperti dulu lagi". Keluhan ini, menurut pengamat, bukan tanpa alasan. Ia mencerminkan sebuah pergeseran yang cukup signifikan dalam kepentingan nasional Inggris dan sekutu-sekutu Eropanya.

Fredy Buhama Lumban Tobing, Guru Besar HI UI, melihat hal ini sebagai pola lama. "Negara-negara Uni Eropa termasuk Inggris sejak lama memang cenderung memperlihatkan sikapnya, kebijakan luar negerinya yang berbeda dengan AS," ujarnya.

Pernyataan Fredy disampaikan kepada wartawan pada Kamis lalu.

Memang, kata Fredy, keselarasan mutlak antara AS dan Eropa hanyalah ilusi. Inggris dan negara-negara lain di benua itu punya sejarah dan kepentingan nasionalnya sendiri. Hal inilah yang kerap membuat kebijakan mereka tak sejalan dengan Washington.

Perbedaan itu kentara sekali di Timur Tengah dan Teluk Persia. Menurut Fredy, negara-negara Eropa punya ikatan historis yang dalam dengan kawasan tersebut, terutama Inggris.

"Khususnya dalam pengelolaan konsesi tambang minyak," jelasnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar