Donald Trump baru-baru ini mengeluh. Mantan Presiden AS itu merasa hubungan antara negaranya dan Inggris sudah "tak seperti dulu lagi". Keluhan ini, menurut pengamat, bukan tanpa alasan. Ia mencerminkan sebuah pergeseran yang cukup signifikan dalam kepentingan nasional Inggris dan sekutu-sekutu Eropanya.
Fredy Buhama Lumban Tobing, Guru Besar HI UI, melihat hal ini sebagai pola lama. "Negara-negara Uni Eropa termasuk Inggris sejak lama memang cenderung memperlihatkan sikapnya, kebijakan luar negerinya yang berbeda dengan AS," ujarnya.
Pernyataan Fredy disampaikan kepada wartawan pada Kamis lalu.
Memang, kata Fredy, keselarasan mutlak antara AS dan Eropa hanyalah ilusi. Inggris dan negara-negara lain di benua itu punya sejarah dan kepentingan nasionalnya sendiri. Hal inilah yang kerap membuat kebijakan mereka tak sejalan dengan Washington.
Perbedaan itu kentara sekali di Timur Tengah dan Teluk Persia. Menurut Fredy, negara-negara Eropa punya ikatan historis yang dalam dengan kawasan tersebut, terutama Inggris.
"Khususnya dalam pengelolaan konsesi tambang minyak," jelasnya.
Artikel Terkait
5 Alternatif Takjil Sehat untuk Gantikan Gorengan Saat Buka Puasa
Spanyol Bantah Klaim AS Soal Kesepakatan Kerja Sama Militer di Timur Tengah
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Diduga Diserang AS
Galar Pandu Asmoro Pimpin Pelatnas Panjat Tebing Speed dengan Pendekatan Bertahap