Alwi Farhan Tumbangkan Unggulan, Sinyal Era Terbuka di Tunggal Putra All England

- Kamis, 05 Maret 2026 | 04:15 WIB
Alwi Farhan Tumbangkan Unggulan, Sinyal Era Terbuka di Tunggal Putra All England

Birmingham, Inggris – Status unggulan di sektor tunggal putra All England 2026 sepertinya tak lagi sakti. Buktinya, Alwi Farhan, pebulu tangkis Indonesia, berhasil melangkah ke babak 16 besar setelah menumbangkan Ayush Shetty dari India dalam laga yang cukup menegangkan. Pertandingan itu berlangsung 75 menit dengan skor akhir 19-21, 21-9, dan 21-17.

Yang menarik, kemenangan Alwi ini datang bersamaan dengan tumbangnya beberapa nama besar. Shi Yu Qi dari China, sang unggulan teratas, dan Anders Antonsen dari Denmark, unggulan ketiga, sudah angkat koper lebih dulu. Fenomena ini seolah mengonfirmasi suasana sektor tunggal putra tahun ini: benar-benar terbuka.

“Lihat saja, beberapa pemain unggulan sudah tersingkir di babak pertama,” kata Alwi usai laga. “Itu bukti nyata kalau status unggulan bukan jaminan. Semua punya peluang sama. Siapa yang lebih siap, dialah yang menang.”

Bagi Alwi sendiri, bisa tampil di All England adalah mimpi yang jadi kenyataan. “Pertama-tama, alhamdulillah,” ujarnya penuh syukur. “Ini kehormatan dan kebanggaan besar buat saya. Turnamen tertua di dunia, lho.”

Namun begitu, jalan menuju kemenangan tak mulus. Di gim pertama, Alwi sempat memimpin jauh 16-10. Momentum tiba-tiba berbalik ketika Shetty mengalami cedera lutut dan pertandingan beberapa kali terpaksa dihentikan untuk perawatan medis. Shetty bangkit, menyamakan kedudukan, dan malah merebut gim pertama 21-19.

Alwi mengakui, jeda itu sempat mengganggu konsentrasinya. “Saya rasa kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali terhenti. Tapi saya coba fokus lagi, poin demi poin,” katanya.

Memasuki gim kedua, wajah pertandingan berubah total. Alwi tampil jauh lebih agresif. Dengan permainan menyerang, dia membungkam Shetty dengan skor telak 21-9. Gim penentuan pun berlangsung sengit. Alwi unggul 11-6 saat interval dan berhasil menjaga jarak aman. Meski Shetty sempat mendekat di akhir, Alwi menutup pertandingan 21-17.

Kunci kebangkitannya? Mengalahkan keraguan sendiri. “Di gim kedua dan ketiga, saya bisa bangkit. Saya berhasil melawan diri sendiri, melawan rasa ragu yang ada di dalam,” tutur Alwi.

Dengan hasil ini, babak selanjutnya menantang. Alwi akan berjumpa dengan Chou Tien Chen dari Taiwan, unggulan ketujuh. Chou melaju setelah lawannya, Chi Yu Jen, mundur saat tertinggal.

Yang pasti, pesan dari Birmingham hari ini jelas: di tunggal putra All England, siapa pun bisa menang. Peluang terbuka lebar, terutama bagi pemain muda dan non-unggulan yang punya nyali. Seperti kata Alwi, “Kita tidak pernah benar-benar tahu kekuatan satu sama lain di sini. Jadi, yang penting berusaha di setiap poin.”

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar