Gelombang Warga Israel Berebut Paspor Portugal, Antrean Mengular di Tel Aviv

- Selasa, 02 Desember 2025 | 17:00 WIB
Gelombang Warga Israel Berebut Paspor Portugal, Antrean Mengular di Tel Aviv

Antrean Panjang di Tel Aviv: Ribuan Warga Israel Berebut Paspor Portugal

Pemandangan itu luar biasa. Sejak pagi buta, ribuan orang sudah berjejal di depan Kedutaan Besar Portugal di Tel Aviv. Mereka antre, sabar meski cuaca tak menentu, dengan satu tujuan: mengajukan kewarganegaraan Portugal. Kejadian pada Jumat, 28 November 2025 itu dilaporkan pertama kali oleh Times of Israel.

Rupanya, kedutaan menggelar hari janji temu tatap muka khusus. Sebuah upaya untuk mengurai kemacetan parah sistem daring yang selama ini membuat frustrasi. Niatnya baik, tapi siapa sangka responsnya bisa sebesar ini.

[Gambar: Antrean panjang warga Israel membentang dari pintu kedutaan hingga area parkir bawah tanah]

Antrean yang membentang panjang, mengular tak karuan.

Menurut sejumlah saksi, mereka yang mengantre punya dua keperluan. Ada yang baru mau mendaftar, ada pula yang cuma ingin memperbarui paspor Portugal yang sudah dimiliki. Semuanya berdesakan, berharap dapat giliran.

Lantas, apa yang mendorong gelombang minat ini? Ceritanya berawal dari sebuah undang-undang. Tahun 2015, Portugal membuka pintu bagi orang-orang Yahudi Sephardi untuk mengklaim kewarganegaraan. Ini semacam rekonsiliasi sejarah pengakuan atas penganiayaan yang dialami komunitas itu selama masa Inkuisisi di abad ke-16.

Inkuisisi Portugis sendiri, kalau mau menengok ke belakang, adalah lembaga peradilan gereja yang berdiri tahun 1536. Tujuannya jelas: memberantas ajaran yang dianggap sesat dan menjaga kemurnian Katolik di seluruh wilayah kekuasaan Portugal. Mirip dengan sepupunya di Spanyol, hanya kurang terkenal saja.

Fokus utama lembaga ini kala itu adalah mengawasi kaum "Kristen Baru". Mereka adalah orang-orang Yahudi yang dipaksa pindah agama, namun kerap dicurigai masih menjalankan ritual Yudaisme secara diam-diam.

[Gambar: Ilustrasi atau dokumen sejarah mengenai Inkuisisi Portugis]

Fragmen sejarah yang kini memicu antrean di abad ke-21.

Namun begitu, minat yang meledak-ledak akhirnya memaksa Portugal bertindak. Pada 2023, pemerintah setempat mengumumkan kuota hampir terpenuhi. Mereka lalu memperketat persyaratan. Tapi, rupanya itu tidak menyurutkan niat.


Halaman:

Komentar