Hari ini, Selasa (2/12), suasana di jalur darat menuju Aceh Tamiang masih terasa berat. Daerah itu sendiri sampai sekarang terbilang terisolir, terputus dari akses utama akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu. Tapi nggak diam saja, upaya pembukaan jalan terus digenjot oleh BNPB bersama tim gabungan.
Lewat sebuah keterangan video, terlihat sejumlah ekskavator dikerahkan habis-habisan. Alat berat itu sibuk membersihkan material longsoran yang menutupi jalan raya. Tanah, lumpur, dan puing-puing kayu disingkirkan perlahan.
"Dari jalur Sumatra Utara ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang, hari ini, Selasa (2/12), sejumlah alat berat Dinas Pekerjaan Umum terus berusaha menyingkirkan material berupa tanah, lumpur dan puing lainnya yang sebelumnya menutup akses,"
Begitu penjelasan resmi dari BNPB. Usaha itu ternyata sudah membuahkan hasil, meski belum sempurna. Menurut laporan mereka, beberapa kendaraan roda empat akhirnya bisa melintas lagi. Tapi ya itu, kecepatannya harus sangat dibatasi, jalan tetap harus ekstra hati-hati.
Lalu kapan normal total? BNPB punya target yang cukup optimis.
"Targetnya, besok pagi atau Rabu (3/12), jalur tersebut sudah dapat dilalui secara 100 persen,"
Semoga saja. Bagi warga yang masih terjebak dan menunggu bantuan, kabar ini tentu jadi secercah harapan. Perbaikan jalur darat adalah langkah pertama yang krusial sebelum pemulihan benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Hanya Tiga Bulan Melatih
Guru Besar Unhan Tegaskan Modernisasi Pertahanan Indonesia Sudah Jadi Kebutuhan Mutlak
PSM Makassar Bertekad Bangkit Hadapi Persik di Laga Krusial
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat