Di Sumedang, Selasa lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya gagasan menarik untuk mengangkat citra kuliner khas daerah. Ia mendorong Bupati setempat, Dony Ahmad Munir, untuk serius membranding Tahu Sumedang. Menurutnya, produk ikonik ini perlu didorong lebih tinggi lagi.
"Coba Bapak ciptain brand ambassador untuk Tahu Sumedang, lalu diiklankan," ujar Dedi.
Ia kemudian menambahkan, "Kalau tempatnya sudah bersih dan hampir bersih kok penataan para pedagangnya juga harus diperbaiki."
Dedi, yang akrab disapa Kang Dedi atau KDM, menegaskan bahwa pemprov siap mendukung pembangunan itu. Bantuan dari provinsi tak akan datang setengah-setengah.
Tak cuma soal tempat, ia bahkan punya bayangan detail tentang penampilan para penjualnya. "Nanti penjual tahunya pakai kebaya. Pakai sanggul, rapi, tertata, keren," katanya penuh semangat.
"Ini kan harus naik kelas, Pak," tambahnya.
Di sisi lain, harapannya lebih besar lagi. Dedi ingin Sumedang tetap kokoh sebagai kawasan industri. Alasannya sederhana: biaya logistik. Menurutnya, selama pasar penjualan masih berkutat di wilayah Jawa Barat, ongkos angkut tidak akan membebani.
"Mudah-mudahan Sumedang tetap menjadi pusat kawasan industri," harap Dedi.
"Seluruh pelaku industri di sini harus merasa terlayani dan terlindungi, punya pasar yang jelas. Dari sisi itu, biaya angkutnya sudah tidak terlalu mahal kalau jualnya masih di Jabar," jelasnya melanjutkan.
Gagasan itu terdengar seperti langkah kecil. Tapi jika dijalankan, bisa jadi terobosan yang mengubah wajah sebuah kuliner tradisional. Naik kelas, persis seperti yang diucapkannya.
Artikel Terkait
Sekjen Golkar Desak Polisi Usut Tuntas Penusakan yang Tewaskan Ketua DPD Maluku Tenggara
Anggota DPR Mangihut Sinaga Sebut Ancaman Narkoba pada Generasi Muda Sudah Darurat
Mantan Pimpinan DPRD Sulsel Bantah Pernah Bahas Anggaran Bibit Nanas
Presiden Bentuk Satgas Khusus untuk Akselerasi Program Ekonomi