“Ini cara kami melepas penat,” ujar salah seorang pehobi, sambil matanya tak lepas mengikuti gerak burungnya di angkasa.
“Sekaligus menjaga tradisi yang sudah lama,” tambahnya.
Jadi, di sudut ibu kota yang kerap dianggap muram ini, masih ada tawa, sorak, dan kepakan sayap yang berusaha melawan kesunyian beton. Sebuah pemandangan yang menyegarkan, sekaligus menyiratkan nostalgia akan ruang bernapas yang makin langka.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah
Kapolda DIY Buka Suara soal Penonaktifan Kapolresta Sleman
Modus Uang Palsu di Balik Receh, Gerai Pulsa Tembung Dua Kali Jadi Korban
Janji Cerah Menkeu Baru, Defisit APBN Tetap Merah di Angka Rp638,8 Triliun