Hong Kong Bentuk Komite Independen Usut Kebakaran Maut Apartemen Wang Fuk Court

- Selasa, 02 Desember 2025 | 11:12 WIB
Hong Kong Bentuk Komite Independen Usut Kebakaran Maut Apartemen Wang Fuk Court

Kebakaran maut di apartemen Wang Fuk Court, yang menewaskan 151 orang, mendorong pemerintah Hong Kong bertindak cepat. Kepala Eksekutif John Lee punya rencana. Dia mengumumkan akan membentuk sebuah komite independen untuk menyelidiki tragedi ini sampai ke akarnya.

"Saya akan membentuk komite independen untuk menjalankan peninjauan menyeluruh dan komprehensif," tegas John Lee dalam sebuah konferensi pers, Selasa lalu.

"Tujuannya jelas: mereformasi sistem kerja konstruksi agar tragedi semacam ini tidak terulang lagi di masa depan."

Menurutnya, komite penyelidik ini nantinya akan dipimpin oleh seorang hakim. Langkah ini diambil untuk memastikan investigasi berjalan objektif dan mendalam.

Sementara itu, di lapangan, penyelidikan forensik sudah bergulir. Eric Chan Kwok-ki, Sekretaris Utama Administrasi, mengungkapkan polisi telah mengambil sampel jaring perancah dari 20 titik berbeda di kompleks itu. Hasilnya cukup mengejutkan.

Tujuh sampel yang diambil dari gedung Wang Tai, Wang Tao, Wang Yan, dan Wang Chi House ternyata gagal memenuhi standar tahan api. Artinya, material itu mudah sekali terbakar.

Menteri Keamanan Chris Tang Ping-keung punya pendapat tentang mengapa api bisa merambat dengan begitu cepat dan dahsyat. Menurutnya, kombinasi jaring perancah yang tidak tahan api dengan material lain seperti panel busa menjadi biang keladinya. "Kobaran api yang meluas itu tidak biasa," ujarnya.

Yang lebih memprihatinkan, ada indikasi kecurangan. Tang menduga kontraktor sengaja menggunakan material murah dan tidak aman di area yang sulit dilihat atau dijangkau. Sebaliknya, di tempat yang mudah diperiksa, mereka memasang jaring dengan standar yang sesuai. Praktik yang berbahaya dan penuh perhitungan.

Lembaga antikorupsi Hong Kong, ICAC, tak tinggal diam. Mereka sudah bergerak dan menahan delapan orang terkait kasus ini. Yang ditangkap termasuk dua direktur dan dua manajer proyek dari firma konsultan renovasi, tiga subkontraktor, serta seorang perantara. Dokumen kerja dan catatan bank dari 13 lokasi juga disita untuk penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, kepolisian setempat telah menahan tiga orang lain dengan tuduhan pembunuhan. Jalur hukum pidana mulai dibuka.

Korban jiwa terus bertambah. Hingga kini, angka kematian resmi mencapai 151 orang. Sekitar 30 di antaranya masih dalam proses identifikasi yang memakan waktu. Di antara para korban, terdapat sembilan WNI yang bekerja di sektor domestik. Mereka turut menjadi korban dalam insiden nahas ini.

Suasana duka masih menyelimuti Hong Kong. Investigasi yang berlapis kini menjadi harapan satu-satunya untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar