Ia juga memberi contoh nyata. Saat pandemi Covid-19 menerjang, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif. Rahasianya? Basis sektor usaha dan UMKM yang kuat, didukung kebijakan yang pro-bisnis.
“Regulasi-regulasi dibuat pro untuk berusaha, itu dilakukan oleh Sri Sultan. Saya banyak belajar dari beliau dan beliau sukses,” terang Tito.
Pengalaman DIY itu menunjukkan satu hal: daerah hanya bisa melaju kalau ekosistem usahanya tumbuh. Titik.
Lebih jauh, Mendagri mengingatkan bahwa daerah tak bisa selamanya mengandalkan transfer dari pusat. Realitanya, banyak Pemda yang anggarannya habis untuk belanja pegawai dan operasional. Alhasil, ruang untuk pembangunan strategis jadi sangat terbatas.
Solusinya? Pemda harus mendorong kemudahan berusaha. Perizinan harus cepat dan efisien. Salah satu caranya melalui kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terbukti memangkas birokrasi.
“Sekarang jumlah Mal Pelayanan Publik ini, kalau lihat angkanya, sudah 296. Di Jawa hampir semua sudah punya,” tandasnya.
Di tempat-tempat yang sudah ada MPP, umumnya iklim usahanya lebih baik. Itu yang perlu diikuti.
Artikel Terkait
Wolverhampton Wanderers Kalahkan Liverpool 2-1 dengan Gol Injury Time
Haddad Alwi dan Danilla Kolaborasi dalam Lagu Religi Pengakuanku
Galatasaray Rebut Kemenangan Tipis 2-1 atas Alanyaspor di Kandang Lawan
Pengacara Marcella Divonis 14 Tahun Penjara atas Kasus Suap Hakim Perkara Ekspor CPO