Merespons insiden ini, Presiden Emomali Rahmon langsung bergerak cepat. Ia menggelar pertemuan mendesak dengan para pimpinan badan keamanan negara.
Biro Media Kantor Kepresidenan menyatakan, Rahmon dengan tegas mengutuk aksi provokatif yang ia sebut sebagai tindakan ilegal dari warga Afghanistan. Ia pun memerintahkan langkah-langkah efektif untuk mengamankan perbatasan dan mencegah terulangnya tragedi serupa.
Keadaan jadi makin rumit. Di satu sisi, Tajikistan harus menjaga kedaulatan wilayahnya. Di sisi lain, situasi di Afghanistan yang masih labil seolah menjadi bara yang siap menyulut konflik baru kapan saja. Semuanya kini bergantung pada langkah antisipasi dan diplomasi yang diambil.
Artikel Terkait
Ketika Bumi Menolak, Langit Menyambut: Kisah Perjalanan Nabi yang Tak Mudah Diterima
Suara Rakyat Tersesat di Balik Dinding DPRD
Shalat Bukan untuk Mudahkan Hidup, Tapi untuk Menguatkan Jiwa
Tanggul Kalimalang Jebol, Ratusan Rumah di Karawang Terendam