Merespons insiden ini, Presiden Emomali Rahmon langsung bergerak cepat. Ia menggelar pertemuan mendesak dengan para pimpinan badan keamanan negara.
Biro Media Kantor Kepresidenan menyatakan, Rahmon dengan tegas mengutuk aksi provokatif yang ia sebut sebagai tindakan ilegal dari warga Afghanistan. Ia pun memerintahkan langkah-langkah efektif untuk mengamankan perbatasan dan mencegah terulangnya tragedi serupa.
Keadaan jadi makin rumit. Di satu sisi, Tajikistan harus menjaga kedaulatan wilayahnya. Di sisi lain, situasi di Afghanistan yang masih labil seolah menjadi bara yang siap menyulut konflik baru kapan saja. Semuanya kini bergantung pada langkah antisipasi dan diplomasi yang diambil.
Artikel Terkait
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara