"Saat ini kita benar-benar kekurangan tenaga, khususnya perawat," tuturnya.
Masalahnya tak berhenti di situ. Upaya untuk memulihkan keadaan terhambat dari hulu. Pasokan obat-obatan penting dari Sumatera Utara macet total karena akses jalan nasional Medan–Banda Aceh lumpuh. Stok masker pun habis, baik di pasaran umum maupun di rumah sakit itu sendiri. Akibatnya, para perawat terpaksa berhadapan langsung dengan risiko paparan debu dan penyakit tanpa pelindung yang memadai.
Di tengah situasi yang serba sulit ini, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Fokus utamanya adalah mempercepat pengiriman bantuan, terutama obat-obatan dan perlengkapan medis yang sangat kritis.
"Kita doakan pasien yang berada di UGD ini cepat sembuh," kata Sibral, mencoba memberikan harapan di tengah keprihatinan yang mendalam.
Artikel Terkait
Menhub Siapkan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Pemudik Lebaran 2026
IHSG Melonjak 1,67%, Sentimen Positif Dominasi Pasar Saham
Mojtaba Khamenei, Putra Pemimpin Tertinggi, Disebut Calon Kuat Penerus Kekuasaan di Iran
Pelatihan Al-Quran Isyarat Cetak Guru Baru untuk Pendidikan Inklusif