"Saat ini kita benar-benar kekurangan tenaga, khususnya perawat," tuturnya.
Masalahnya tak berhenti di situ. Upaya untuk memulihkan keadaan terhambat dari hulu. Pasokan obat-obatan penting dari Sumatera Utara macet total karena akses jalan nasional Medan–Banda Aceh lumpuh. Stok masker pun habis, baik di pasaran umum maupun di rumah sakit itu sendiri. Akibatnya, para perawat terpaksa berhadapan langsung dengan risiko paparan debu dan penyakit tanpa pelindung yang memadai.
Di tengah situasi yang serba sulit ini, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Fokus utamanya adalah mempercepat pengiriman bantuan, terutama obat-obatan dan perlengkapan medis yang sangat kritis.
"Kita doakan pasien yang berada di UGD ini cepat sembuh," kata Sibral, mencoba memberikan harapan di tengah keprihatinan yang mendalam.
Artikel Terkait
Remaja Nekat Bobol Rel Stasiun Jatinegara, Barang Bukti Ditinggal di Trotoar
Roy Suryo Tampil Mewah di Polda, Polemik Ijazah Jokowi Kembali Menghangat
Di Tengah Duka, Ibrahim Raih 94 Persen di Ujian SMA Gaza
Kapal Rumah Sakit Nusa Waluya II: Jawaban Bagi Ribuan Warga Terpencil Raja Ampat