Remaja Penderita Asma Tewas dalam Kebakaran Dahsyat di Jelambar

- Senin, 01 Desember 2025 | 19:24 WIB
Remaja Penderita Asma Tewas dalam Kebakaran Dahsyat di Jelambar

Kobaran api melalap dua rumah di Jalan Empang Bahagia II, Jelambar, Senin siang. Peristiwa ini berakhir tragis. Satu nyawa melayang, sementara tiga orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka.

Korban yang meninggal dunia adalah seorang remaja putri berusia 18 tahun bernama Zahra. Menurut keterangan Kasudin Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri, kondisi asma yang diderita Zahra diduga memperparah keadaannya di tengah kepanikan dan kepungan asap.

“Korban meninggal di RS karena memiliki riwayat asma,” jelas Suheri.

Adapun tiga korban luka ringan yang turut menjadi korban adalah Iren (47), Albar yang masih berusia 11 tahun, dan Asmanizar (70). Mereka semua mendapat perawatan di RS Sumber Waras.

Dari keterangan warga yang berhasil dihimpun, awal mula bencana ini terasa mendadak. Aini, istri pemilik rumah, menyebut ada letupan keras yang berasal dari lantai dua. Suara itu langsung diikuti menjalarnya api dengan cepat.

Suasana pun langsung kacau. Arif Setiawan, salah seorang penghuni, terpaksa melompat dari lantai atas untuk menyelamatkan diri. “Lompat ke bawah menyelamatkan diri dari kobaran api dan meminta pertolongan,” tutur Suheri mengulang keterangan yang diterima.

Petugas pemadam kebakaran mendapat panggilan darurat pukul 15.41 WIB. Enam menit kemudian mereka sudah tiba di lokasi yang sudah dipenuhi kepulan asap hitam. Operasi pemadasan segera dimulai. Butuh waktu hampir dua jam untuk sepenuhnya menguasai situasi, dari pemadaman hingga pendinginan. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 17.39 WIB.

Untuk mengatasi si jago merah yang melahap area seluas 240 meter persegi itu, tidak tanggung-tanggung. Sebanyak 85 personel dengan 17 unit kendaraan dikerahkan dari berbagai pos pemadam di Jakarta Barat.

Meski api sudah padam, duka dan kerugian material yang ditinggalkan sangat besar. Perkiraan sementara, kerugian materiil mencapai angka Rp 337 juta. Sementara itu, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik, meski investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar