Tapi, cara melaporkannya nggak cuma lewat telepon.
"Kami juga mengumpulkan data langsung di lapangan," kata Mujtahidin. "Relawan kami akan mendatangi pos-pos pengungsian untuk mencatat setiap laporan dari warga. Silakan manfaatkan layanan ini."
Selain mengandalkan laporan aktif, tim PMI memang turun langsung. Mereka jemput bola, mendata dan mengumpulkan informasi dari pengungsi di lokasi bencana. Pendekatan ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak orang yang membutuhkan pertolongan.
Di sisi lain, ada tujuan psikologis yang lebih dalam dari layanan ini.
"Dengan membuka akses informasi, kami berharap komunikasi antar keluarga bisa tersambung lagi," jelas Mujtahidin. "Harapannya, tekanan batin yang dirasakan korban dan keluarganya bisa sedikit berkurang."
Layanan ini rencananya akan berjalan selama dua minggu ke depan. Durasi waktu itu bisa saja diperpanjang, menyesuaikan dengan besarnya kebutuhan di lapangan. Semoga saja, banyak keluarga yang bisa bertemu kembali.
Artikel Terkait
Banjir Pekalongan Lumpuhkan 82 Perjalanan Kereta, Lokomotif Khusus Dikerahkan
Guru Honorer Dilaporkan ke Polisi Usai Menertibkan Rambut Murid
Evakuasi Berlanjut, Korban Masih Terjebak di Reruntuhan Kereta Andalusia
Trump Guncang NATO dengan Ancaman Tarif, Greenland Jadi Taruhannya