Hari Minggu (30/11) lalu, Desa Blang Meurandeh di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, menjadi pusat perhatian. Tim BPBD setempat akhirnya bisa mendistribusikan bantuan logistik untuk warga yang menjadi korban banjir bandang. Situasinya? Sungguh tidak mudah.
Jembatan penghubung putus total diterjang arus deras. Kondisi ini memaksa para petugas berjibaku. Mereka harus menyeberangi sungai yang arusnya masih sangat kencang, hanya mengandalkan perahu kecil bermotor untuk mengangkut semua bantuan ke daerah yang terisolasi.
Di seberang sungai, sejumlah warga sudah menunggu dengan harap. Bantuan yang dibawa pun beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti air mineral, mi instan, beras, dan minyak goreng, hingga barang-barang penting lain seperti kebutuhan bayi, tikar, dan selimut. Proses pendistribusiannya dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat medan yang masih berbahaya.
Menurut informasi yang beredar, upaya penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dengan tim SAR gabungan. Mereka berkomitmen untuk terus menjangkau daerah-daerah terpencil yang terdampak bencana yang melanda sejak Rabu (26/11) itu. Perjuangan mereka di lapangan benar-benar terasa.
Artikel Terkait
Agam dan Solok Paling Parah, Bantuan Logistik Sumbar Mulai Tersalur
MUI Serukan Shalat Ghaib dan Bantuan Nyata untuk Korban Bencana Aceh-Sumut-Sumbar
Kemensos Gelontorkan Bantuan Rp19 Miliar untuk Korban Banca di Tiga Provinsi Sumatera
Banjir Bandang Tapanuli Selatan Terjang Rumah dengan Gelondongan Kayu Raksasa