✍🏻 Meilanie Buitenzorgy
Jadi gimana-gimana? Sudah paham kan, bahwa penjahat lingkungan itu lebih jahat dan lebih sadis daripada gabungan perampok, pembunuh, dan koruptor?
Bayangkan saja. Mereka merampok orang-orang miskin lewat perampasan lahan. Lalu, lewat bencana yang mereka picu, mereka memiskinkan orang-orang yang sudah susah itu. Bahkan, tak jarang nyawa melayang karena ulah mereka.
Di sisi lain, izin konsesi hutan seolah jadi barang dagangan. Dibagi-bagikan begitu saja pada para mafia tambang dan sawit yang notabene kerap menjadi pendukung setia di kala pemilu.
Tapi, siapa sebenarnya kasta tertinggi dalam kejahatan lingkungan ini? Bukan pejabat publik biasa yang gemar bagi-bagi konsesi, macam si Zul yang pernah diomeli Harrison Ford itu. Bukan juga para mafia tambang atau sawit yang bermain di belakang layar.
Ada yang lebih parah lagi, daya rusaknya jauh lebih dahsyat.
Yaitu pejabat publik yang sekaligus berperan sebagai pengusaha di bidang tambang dan sawit.
Artikel Terkait
Agam dan Solok Paling Parah, Bantuan Logistik Sumbar Mulai Tersalur
MUI Serukan Shalat Ghaib dan Bantuan Nyata untuk Korban Bencana Aceh-Sumut-Sumbar
Kemensos Gelontorkan Bantuan Rp19 Miliar untuk Korban Banca di Tiga Provinsi Sumatera
Tim BPBD Jibrak Arus Deras, Bantuan Logistik Akhirnya Tiba di Korban Banjir Bandang Aceh