KH Abdul Wahab Ahmad punya tanggapan keras soal pernyataan pejabat terkait kayu gelondongan yang ikut hanyut banjir.
Katanya, kayu-kayu itu bukan hasil tebangan, melainkan kayu lapuk. Nah, bagi sang kiai, pernyataan semacam ini justru menguak dua masalah yang lebih dalam.
Pertama, pejabat sudah terlalu sering berbohong. Sampai-sampai mereka berani bicara seenaknya, melawan fakta yang terpampang nyata di depan mata. Seolah tak ada lagi rasa malu yang tersisa.
Kedua, ada asumsi bahwa masyarakat akan menelan mentah-mentah semua alasan. Bayangkan, air banjir dianggap bisa memotong kayu serapi gergaji mesin, lalu membersihkan akar, dahan, dan rantingnya sebelum kayu itu hanyut. Apa iya?
"Sebodoh itukah rakyat kita dalam pandangan para pejabat?" tanya KH Abdul Wahab Ahmad dengan nada prihatin. Atau jangan-jangan, pejabatnya sendiri yang sudah kehilangan rasa malunya?
Sementara itu, video yang beredar menunjukkan betapa parahnya situasi. Tampak jelas kayu gelondongan besar terbawa arus hingga nyaris masuk ke pemukiman.
Gelondongan kayu sampai ke rumah? 🥺 pic.twitter.com/2WLawQWSDv
— Maudy Asmara (@Mdy_Asmara1701) November 30, 2025
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta