Selama masa kekosongan jabatan ini, kendali organisasi sepenuhnya beralih. Rais Aam, sebagai pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama, yang akan memegang tampuk kepemimpinan di PBNU.
Ketika dikonfirmasi tentang keabsahan surat ini, Katib Ahmad Tajul Mafakhir membenarkannya.
"Demikian bunyi keputusannya dalam risalah rapat itu," ujarnya singkat.
[Dokumen Surat Keputusan PBNU]
[Dokumen Halaman Kedua Surat Keputusan]
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Tantang Jokowi: Ancaman Nyawa Pun Saya Hadapi Demi Keilmiahan
Bekasi Siapkan Kontainer UMKM di Bawah Tol Becakayu, Kawasan Kalimalang Disulap Jadi Destinasi Wisata Air
Pandji Bongkar Strategi Kuasa: Ormas Agama dan Politik Tambang
Hujan Tak Henti, Dua Jembatan di Donggala Putus Diterjang Banjir