Sementara korporasi menimbun lahan puluhan ribu hektare, nasib petani justru berbanding terbalik. Mereka kesulitan mendapat sepetak tanah untuk menghidupi keluarga.
Merespons kondisi ini, pemerintah pun menggelar reformasi agraria di berbagai daerah. Tujuannya jelas: mengentaskan kemiskinan dan menekan ketimpangan.
Sebagai politikus Partai Golkar, Nusron meminta kepala daerah jeli dalam mempercepat program ini. Pemerintah pusat sudah menyiapkan sekitar 1,8 juta hektare dari target 3 juta hektare yang ditetapkan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Lahan inilah yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.
Tidak semua orang bisa mendapatkannya. Penerima harus memenuhi sejumlah syarat, seperti tinggal di sekitar kawasan TORA, mampu mengelola tanah (misalnya sebagai petani atau buruh tani), dan termasuk dalam kategori masyarakat miskin.
Artikel Terkait
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal