Sementara korporasi menimbun lahan puluhan ribu hektare, nasib petani justru berbanding terbalik. Mereka kesulitan mendapat sepetak tanah untuk menghidupi keluarga.
Merespons kondisi ini, pemerintah pun menggelar reformasi agraria di berbagai daerah. Tujuannya jelas: mengentaskan kemiskinan dan menekan ketimpangan.
Sebagai politikus Partai Golkar, Nusron meminta kepala daerah jeli dalam mempercepat program ini. Pemerintah pusat sudah menyiapkan sekitar 1,8 juta hektare dari target 3 juta hektare yang ditetapkan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Lahan inilah yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.
Tidak semua orang bisa mendapatkannya. Penerima harus memenuhi sejumlah syarat, seperti tinggal di sekitar kawasan TORA, mampu mengelola tanah (misalnya sebagai petani atau buruh tani), dan termasuk dalam kategori masyarakat miskin.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Akan Temui Presiden UEA untuk Perkuat Kemitraan Strategis
FIFA Yakin Piala Dunia 2026 Aman Meski Gelombang Kekerasan Guncang Meksiko
Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Papua Jadi Think Tank Berbasis Data
Imsak di Banjarmasin Pukul 05.04 WITA, Subuh 05.14 WITA