Kebakaran Lahap Ruko di Bantaeng, Tiga Nyawa Melayang
Suasana malam di Kelurahan Tangnga-Tangnga, Bissappu, Bantaeng, tiba-tiba berubah jadi chaos. Selasa (25/11/2025) sekitar pukul tujuh lewat tiga puluh malam, sebuah rumah toko dilalap si jago merah. Api berkobar begitu cepat, menghanguskan segalanya dalam sekejap.
Warga yang sedang bersantai langsung panik mendengar teriakan minta tolong yang memecah keheningan. Mereka berhamburan keluar, menyelamatkan diri sambil menyaksikan kobaran api yang semakin menjadi-jadi. Barang-barang di dalam ruko, yang kebanyakan adalah perabot rumah tangga, jadi makanan empuk bagi sang api. Dalam hitungan menit, seluruh bangunan sudah diselimuti jilatan orange.
Upaya pemadaman pun segera dilakukan. Tim Damkar Kabupaten Bantaeng mengerahkan empat unit mobilnya ke lokasi. Tapi api sudah terlanjur ganas. Mereka kesulitan mengendalikan amukan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung alot, butuh waktu berjam-jam sebelum akhirnya api bisa ditaklukkan.
M. Ikbal, salah seorang petugas Damkar di lokasi, mengonfirmasi betapa besar api sudah mereka hadapi.
"Kami tiba api sudah besar. Penyebab kebakaran belum dapat kami pastikan tapi dugaan sementara karena korsleting listrik," ujarnya, menjelaskan situasi saat itu.
Setelah api padam dan asap menipis, sebuah tragedi pilu terungkap. Di dalam puing-puing bangunan yang hangus, ditemukan tiga jenazah. Mereka adalah satu keluarga: Bahria (57), seorang nenek, bersama dua cucunya yang masih belia, Fitrah (10) dan Naya yang baru berusia 4 tahun.
Sayangnya, mereka tidak sempat menyelamatkan diri. Terjebak di dalam rumah saat api membesar dengan cepat, harapan untuk keluar hidup-hidup pun pupus. Menurut penuturan warga dan petugas di lapangan, indikasi terkuat penyebab musibah ini adalah arus pendek listrik. Sebuah dugaan yang masih perlu penyelidikan lebih lanjut, namun telah merenggut nyawa yang tak ternilai.
Artikel Terkait
Arus Balik Penduduk: Makassar Alami Migrasi Keluar Tertinggi, Gowa dan Maros Jadi Tujuan Utama
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri