"Tidak melihat itu (garis merah) karena menggunakan histogram menggunakan pencitraan saja," tuturnya lagi.
Andi kemudian menjelaskan perbedaan pendekatannya. Kalau Roy Suryo pakai histogram, ia mengaku menggunakan metode Fattal dan Mantiuk. Lebih dari itu, Roy Suryo disebutnya hanya memakai satu pembanding. Sementara dirinya menggunakan dua hingga tiga pembanding untuk analisis yang lebih komprehensif.
"Saya ingin menganalisa juga yang katanya analisis dari Mas Roy Suryo menggunakan histogram. Kita juga menggunakan namanya Fattal dan Mantiuk. Kita kan mencari garis merah tersebut karena menurut Roy Suryo itu di belakang foto, jadi ada turn mapping fattal dan tone mapping Mantiuk," papar Andi.
Ia melanjutkan, "Kalau Roy Suryo itu cuma 1 pembandingnya, kalau kita punya 2-3 pembanding tuk menjelaskan apa yang kita lakukan. Kalau histogram itu secara namanya statistik, biasanya hitam di histogram itu itu menutupi mata yang lain, warna yang lain itu tertutup."
Jadi begitulah. Dua analisis, dua klaim, dua metode yang berbeda. Hasilnya? Tentu saja berbeda pula.
Artikel Terkait
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026