Dua Panggung Televisi Diramaikan Sorotan Kasus Ijazah Jokowi

- Selasa, 25 November 2025 | 20:00 WIB
Dua Panggung Televisi Diramaikan Sorotan Kasus Ijazah Jokowi

Dua Panggung, Satu Isu: Denny Indrayana dan Ahmad Khozinudin Serentak Suarakan Skandal Ijazah Jokowi di TV Nasional

Gelombang pembongkaran dugaan kasus ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo terus bergulir. Babaknya makin seru. Di Jakarta, Selasa (25/11/2025), kehadiran pakar hukum tata negara Prof Denny Indrayana memberi energi segar bagi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis. Tepatnya di divisi Non Litigasi, yang tampaknya makin kokoh konsolidasinya.

Di sisi lain, Ahmad Khozinudin, sang Koordinator Non Litigasi, mengungkap strategi timnya. Sejak mandat diberikan Dr Roy Suryo dan kawan-kawan, mereka membentuk dua poros advokasi. Ada divisi litigasi yang dipimpin advokat senior Petrus Selestinus. Sementara Khozinudin sendiri memimpin pertarungan di ruang publik.

"Pertarungan hukum juga terjadi secara terbuka di hadapan publik melalui media mainstream dan media sosial,"

ujarnya. Menurutnya, medan perang kasus ini tak cuma di ruang penyidikan atau meja hukum belaka.

Sejak laporan polisi terhadap Roy Suryo cs dibuat pada 30 April 2025, tim ini terus bergerak. Program Rakyat Bersuara di Inews jadi media nasional pertama yang angkat isu ini. Lalu TV One lewat Apa Kabar Indonesia edisi pagi dan malam ikut meramaikan.

Tak lama berselang, Kompas TV ikut menggulirkan topik ini. Hampir semua segmen unggulannya jadi panggung Kompas Pagi, Kompas Petang, Kompas Malam, bahkan One Point with Adisty Larasati. Gelombang pemberitaan terus meluas. Sindo TV, CNN Indonesia, Nusantara TV, Metro TV, hingga Garuda TV ikut membesarkan nama salah satu penasihat ahli Kapolri. Sorakan "DIAMMMM" yang viral itu pun ikut menggaung.

"Tanpa media dan dukungan rakyat, hukuman 12 tahun dari pasal 35 UU ITE bisa saja dijadikan alat untuk memenjarakan klien kami,"

tegas Khozinudin. Ia meyakini tekanan publik adalah kunci. Itu yang membuat aparat tak gegabah menahan para pelapor. Pengalaman Gus Nur dan Bambang Tri yang dinilai dikriminalisasi menjadi pengingat pahit. Hukum bisa disalahgunakan ketika tak ada sorotan publik.

"Dukungan rakyat membuat kami makin percaya diri. Tim kami makin solid, apalagi dengan kehadiran banyak pihak yang bergabung untuk memperkuat advokasi,"

lanjutnya.

Divisi Non Litigasi dapat suntikan energi baru. LBH PP Muhammadiyah bergabung. Tim hukum Prof Denny Indrayana juga merapat. Kombinasi pengalaman, jaringan, dan otoritas akademik mereka bawa membuat kubu ini makin percaya diri. Tekanan politik dan hukum pun dihadapi dengan kepala lebih tegak.

Malam ini, Prof Denny terbang langsung dari Melbourne ke Jakarta. Dia akan tampil di program Rakyat Bersuara bersama Aiman Witjaksono. Sementara itu, di channel berbeda, Ahmad Khozinudin hadir sebagai narasumber di program Catatan Demokrasi Andromeda Mercury. Dua panggung, satu isu yang sama: dugaan ijazah palsu Jokowi.

"Dengan hadirnya Prof Denny, narasi divisi Non Litigasi makin kuat,"

tutup Khozinudin. Ia yakin pertarungan wacana di media kini jadi arena penentu. Dari sanalah dukungan rakyat akan bergerak, membuka tabir gelap dugaan pemalsuan ijazah itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar