tegas Khozinudin. Ia meyakini tekanan publik adalah kunci. Itu yang membuat aparat tak gegabah menahan para pelapor. Pengalaman Gus Nur dan Bambang Tri yang dinilai dikriminalisasi menjadi pengingat pahit. Hukum bisa disalahgunakan ketika tak ada sorotan publik.
"Dukungan rakyat membuat kami makin percaya diri. Tim kami makin solid, apalagi dengan kehadiran banyak pihak yang bergabung untuk memperkuat advokasi,"
lanjutnya.
Divisi Non Litigasi dapat suntikan energi baru. LBH PP Muhammadiyah bergabung. Tim hukum Prof Denny Indrayana juga merapat. Kombinasi pengalaman, jaringan, dan otoritas akademik mereka bawa membuat kubu ini makin percaya diri. Tekanan politik dan hukum pun dihadapi dengan kepala lebih tegak.
Malam ini, Prof Denny terbang langsung dari Melbourne ke Jakarta. Dia akan tampil di program Rakyat Bersuara bersama Aiman Witjaksono. Sementara itu, di channel berbeda, Ahmad Khozinudin hadir sebagai narasumber di program Catatan Demokrasi Andromeda Mercury. Dua panggung, satu isu yang sama: dugaan ijazah palsu Jokowi.
"Dengan hadirnya Prof Denny, narasi divisi Non Litigasi makin kuat,"
tutup Khozinudin. Ia yakin pertarungan wacana di media kini jadi arena penentu. Dari sanalah dukungan rakyat akan bergerak, membuka tabir gelap dugaan pemalsuan ijazah itu.
Artikel Terkait
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat