Selama sebulan penuh, para petugas akan dibekali berbagai kemampuan dasar yang penting untuk melayani jemaah. Mulai dari persiapan fisik, belajar bahasa Arab dasar, hingga pemahaman fikih dasar seputar haji. Semua ini diharapkan bisa mempersiapkan mereka dengan lebih matang.
"Jadi kami persiapkan dengan serius supaya mereka bersiap bertugas di sana. Dan tidak boleh lagi ada yang nebeng naik haji," tuturnya tegas.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan. Ia ingin meluruskan kesan yang mungkin muncul di masyarakat.
"Ini bukan barak tentara, barak asrama haji," tegas Gus Irfan.
Artikel Terkait
Ibu Kota Tergenang, Ribuan Warga Terdampak Akibat Luapan Kali Krukut
Trump Ancang-ancang Pukul Iran dengan Dua Pukulan: Sanksi 25% dan Ancaman Militer
Ketika Kritik Dibalas Laporan: Ruang Dialog yang Kian Menyempit
Kader PSI Semarang Berontak, Susunan Pengurus Dituding Tak Sesuai Kesepakatan