Presiden Prabowo Dukung Program Makan Bergizi, Rencanakan Bantuan Motor untuk Percepat Distribusi

- Selasa, 25 November 2025 | 17:48 WIB
Presiden Prabowo Dukung Program Makan Bergizi, Rencanakan Bantuan Motor untuk Percepat Distribusi
Laporan Program Makan Bergizi Gratis

Pada hari Selasa (25/11) lalu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Pertemuan itu digunakan untuk melaporkan perkembangan terkini program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fokus laporan kali ini adalah kelompok penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang belum masuk PAUD. Menurut Wihaji, angka penerima manfaat untuk klaster ini sudah melampaui 3 juta orang. Sebuah capaian yang cukup signifikan.

Dia menjelaskan lebih detail soal tenaga pendistribusi di lapangan.

"Dari 597 ribuan, per hari ini sudah ada 42.163 Tim Pendamping Keluarga yang mendistribusikan MBG, khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD, yang saya laporkan kepada Bapak Presiden. Penerima manfaatnya sudah 3 juta lebih sedikit dari MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD,"

Dukungan untuk Para Pendamping

Tak hanya sekadar laporan, pertemuan itu juga menghasilkan bentuk apresiasi langsung dari Presiden. Prabowo disebut memberikan apresiasi tinggi pada kerja keras Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Presiden berencana memberikan bantuan motor. Tujuannya jelas: untuk memperlancar distribusi MBG ke para penerima manfaat.

Wihaji pun memberikan klarifikasi soal siapa saja yang akan menerima bantuan ini.

"Dan bahkan, Bapak Presiden tadi menyampaikan akan memberikan bantuan motor kepada seluruh penyuluh di Indonesia untuk meringankan sekaligus bekerja dalam mendistribusikan MBG. Motor ini khusus para penyuluh KB dan PLKB. Kita ada istilah penyuluh KB dan PLKB, PLKB itu Petugas Lapangan Keluarga Berencana, hampir sama,"

Di sisi lain, Wihaji menekankan pentingnya koordinasi yang solid ke depannya. Pihaknya berencana untuk terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Badan Gizi Nasional (BGN) disebut sebagai mitra utama, mengingat mereka adalah leading sector dari program MBG ini. Namun begitu, kolaborasi juga akan diperkuat dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Saya kira kita juga koordinasi dengan kementerian terkait, baik mungkin khususnya BGN, yang selama ini menjadi leading sector, karena untuk MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu bersama BGN,”

Rencananya, upaya ini akan terus digenjot untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar