Perempuan Garda Depan Cegah Penyebaran Infeksi Menular Seksual

- Selasa, 25 November 2025 | 16:12 WIB
Perempuan Garda Depan Cegah Penyebaran Infeksi Menular Seksual

SINTANG - Angka kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di tingkat nasional ternyata menunjukkan tren yang meningkat. Florida Ida, Kepala Bidang Perlindungan dan Kesejahteraan Anak di Dinas KBPPPA Kabupaten Sintang, mengungkapkan hal ini dan menekankan bahwa situasi ini harus jadi perhatian serius, tak terkecuali di daerahnya sendiri.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Sekolah Islam Gender (SIG), Senin lalu. Kegiatan yang digelar Pengurus Korps PMII Putri Komisariat STAIMA Sintang itu berlangsung di Aula Atas kampus setempat.

Menurut Florida, perempuan memegang peran yang sangat strategis. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk mencegah penyebaran IMS. Untuk itu, perempuan sendiri harus punya nyali, dibekali pengetahuan memadai, dan akses informasi yang benar soal kesehatan reproduksi.

“Pencegahan IMS bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, lingkungan, dan seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang tepat dan terbuka akan menyelamatkan generasi masa depan,”

tegasnya.

Di sisi lain, ia melihat masih ada kendala besar. Stigma dan rasa sungkan untuk membicarakan masalah reproduksi ternyata jadi salah satu pemicu tingginya potensi penularan.

“Banyak perempuan, khususnya di wilayah pedesaan, masih merasa tabu membahas topik tersebut, sehingga kurang memahami cara pencegahan, tanda-tanda klinis, maupun akses layanan kesehatan yang tersedia,”

jelas Florida Ida.

Karena itulah, peran perempuan dalam mendidik keluarga dinilai krusial. Mulai dari anak-anak hingga remaja perlu dibekali pemahaman yang benar tentang hidup sehat dan bertanggung jawab.

“Perempuan harus berani menjadi agen perubahan, mengingatkan pasangan, menjaga kesehatan keluarga, dan ikut mengadvokasi program pencegahan IMS. Jika perempuan kuat, maka keluarga akan sehat dan masyarakat akan lebih berdaya,”

tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah, lewat BKBPPPA Sintang, tak akan tinggal diam. Mereka akan terus mendorong program advokasi dan edukasi publik yang berbasis komunitas. Tak lupa, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dinas kesehatan, sekolah, dan lembaga lainnya akan diperkuat untuk menangani masalah ini bersama-sama.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar