Namun begitu, Roro rupanya tidak ikut dalam perjalanan maut itu. Dia memilih pulang ke Medan lewat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang. Raffi sendirian melaju di tol, membawa barang terlarang yang bisa menghancurkan ribuan hidup.
Menurut penuturan Eko, kecelakaan itu terjadi karena kelelahan. “Pada saat memasuki waktu subuh Muhammad Raffi mulai mengantuk tetapi tetap melanjutkan perjalanan dan terjadi kecelakaan karena mengalami micro sleep,” jelasnya. Sekejap tertidur di kemudi, cukup untuk mengubah segalanya.
Sadar situasinya kacau, Raffi langsung panik. Dia berusaha membuang barang bukti ke semak-semak, lalu kabur dengan berjalan kaki. Dia terus berjalan sampai akhirnya menemukan angkutan umum yang membawanya kembali ke Jakarta, meninggalkan mobil dan barang buktinya.
Dalam pelariannya, Raffi sempat menemui keluarganya yang berada di Kabupaten Tangerang. Dia juga mencari pengobatan tradisional untuk menyembuhkan luka-lukanya akibat kecelakaan. Tapi ternyata, jejaknya sudah terlacak.
Eko menambahkan, saat tim datang menangkap, Raffi masih berusaha melarikan diri.
“Saat Tim Gabungan melakukan pengembangan tersangka berusaha untuk melarikan diri sehingga petugas kepolisian melakukan tindakan tegas dan terukur,” tuturnya. Aksi kaburnya sia-sia. Kurir itu akhirnya jatuh juga.
Artikel Terkait
Kongres Muhammadiyah di Bukittinggi: Kisah Sukses di Tengah Badai Depresi 1930
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh
Pasien Super Flu di Yogyakarta Dinyatakan Sembuh Total