Kontraknya masih tersisa delapan bulan, tapi Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) ternyata sudah bubar. Konfirmasi ini datang dari Scott Kupor di kantor manajemen personalia (OPM), yang menyampaikannya kepada Reuters.
Ditanya soal status DOGE, jawaban Kupor yang dikutip The Guardian pada Senin (24/11) singkat saja.
Dia menambahkan bahwa DOGE bukan lagi sebuah entitas terpusat. Pernyataan ini seperti mengiyakan desas-desus yang sudah berembus lama bahwa departemen bentukan Presiden AS Donald Trump dan sempat dipimpin miliarder Elon Musk itu akan segera ditutup. Padahal, misinya waktu didirikan cukup ambisius: memimpin reformasi struktural besar-besaran hingga 24 Juli 2026.
Elon Musk sendiri, di bulan Februari lalu, bersikukuh dengan klaim transparansi.
Namun begitu, pernyataan itu agak sulit diterima. Pasalnya, staf DOGE kerap menolak mengidentifikasi diri, memangkas anggaran tanpa koordinasi dengan lembaga lain, dan jarang sekali mempertanggungjawabkan kerja mereka kepada publik.
Elon bersikeras,
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia