Kuota Tenda di Mina Terancam, Jamaah Haji Indonesia Hadapi Lokasi Terpencil

- Senin, 24 November 2025 | 11:20 WIB
Kuota Tenda di Mina Terancam, Jamaah Haji Indonesia Hadapi Lokasi Terpencil
Update Haji Indonesia

Rating buruk tahun ini ternyata berimbas langsung. Tahun depan, Indonesia dapat giliran paling akhir untuk memilih lokasi tenda di Mina. Akibatnya, besar kemungkinan jamaah haji reguler Indonesia pada 2026 akan menjalani mabit di kawasan yang disebut Mina Jadid.

Lalu, apa sebenarnya Mina Jadid itu?

Seperti namanya, Mina Jadid adalah area Mina yang baru. Kawasan ini tidak dikenal di masa Rasulullah SAW. Asalnya, lokasi ini adalah bagian dari Muzdalifah. Namun begitu, karena kapasitas Mina yang asli terbatas dan tidak mampu menampung lonjakan jamaah sementara masa tinggal di Mina justru paling lama, mulai 10 hingga 13 Dzulhijjah pemerintah Arab Saudi pun mengambil langkah. Dengan dukungan para ulama, mereka memperluas wilayah Mina hingga melampaui batas Muzdalifah.

Dari segi lokasi, Mina Jadid terletak paling jauh dari Jamarat, tempat melempar jumrah. Memang jauh. Tapi biasanya, jamaah yang ditempatkan di sini mendapat kompensasi berupa gelang akses khusus. Gelang itu memungkinkan mereka naik kereta khusus yang bolak-balik mengantar dari Mina Jadid menuju lokasi lempar jumrah.

Meski secara hukum mabit di Mina Jadid tetap sah, bayangkan saja jika 220.000 jamaah haji reguler Indonesia harus bertumpu di sana. Bisa sangat padat. Semoga saja pemerintah kita bisa bernegosiasi lebih lanjut dengan Pemerintah Saudi, agar jamaah Indonesia dapat jatah tenda di Mina yang cukup dekat, sehingga masih bisa dijangkau dengan jalan kaki.

(Khairul Umam)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar