Jadi, semua pengakuannya hanyalah kedok.
Polda Bergerak Cepat, Akan Panggil MAF
Menyikapi hal ini, pihak Polda tentu tidak tinggal diam. Budi menyebutkan bahwa mereka akan segera memintai keterangan langsung dari MAF. Tujuannya jelas: untuk menguak maksud di balik pernyataan kontroversialnya.
"Saat ini petugas masih mendalami untuk meminta keterangan saudara MAF. Karena yang bersangkutan berada di Yogyakarta, kami akan mempertanyakan maksud dan tujuan menyampaikan pernyataan tersebut dari akun yang kami terima beredar di masyarakat," ucap Budi.
Pengakuan Terbongkar, MAF Minta Maaf
Belum lama berselang, MAF akhirnya angkat bicara. Lewat sebuah video pernyataan, dia menyampaikan permintaan maafnya.
"Saya ingin meminta maaf kepada institusi Polri karena sudah mencemarkan nama baik Polri," kata dia.
Dia mengakui bahwa semua ucapannya adalah kebohongan. Mulai dari statusnya sebagai anak anggota Propam hingga mobil barang bukti yang dia pinjam. Semuanya fiktif.
"Tidak benar orang tua saya berdinas di Propam Polda Metro. Kemudian, kedua terkait kendaraan tersebut tidak benar juga BB (barang bukti) milik Polri," tuturnya.
Lalu, apa motifnya? Ternyata, alasan di balik semua drama ini adalah untuk menghindari kejaran debt collector.
"Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena saya mendapatkan tekanan dan intimidasi dari debt collector," ucap dia mencoba menjelaskan.
Sebuah alasan yang mungkin bagi sebagian orang, tapi tentu tidak bisa membenarkan cara yang dipilihnya. Kasus ini pun masih terus diselidiki lebih lanjut.
Artikel Terkait
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade